Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bambang Soesatyo: Lawan 'Begal Demokrasi' Laoly

Bambang Soesatyo melayangkan pernyataan peringatan yang mereka sebut melawan 'Begal Demokrasi' yang ditujukan ke Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Bambang Soesatyo: Lawan 'Begal Demokrasi' Laoly
Wahyu Aji/Tribunnews.com
KMP nilai Menteri Yasonna sewenang-wenang terhadap PPP dan Golkar 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sekretaris Fraksi Partai Golkar di DPR Bambang Soesatyo melayangkan pernyataan peringatan yang mereka sebut melawan 'Begal Demokrasi' yang ditujukan ke Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Dirinya mengatakan, apa yang dilakukan Menkum HAM terhadap Partai Golkar dan PPP adalah tindakan melawan hukum dan sarat dengan kepentingan politik.

"Kami mengingatkan Menkum HAM bahwa negara ini negara hukum bukan negara kekuasaan. Sebagai Menteri Hukum, seharusnya Laoly bertindak hati-hati tidak melawan hukum dan tidak menabrak undang-undang," kata Bambang di Press Room Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/3/2015).

Dirinya mengatakan, apa yang dilakukan Menkumham terhadap Golkar dan PPP jelas tindakan melawan hukum dan sarat kepentingan politik.

"Kami yakin keputusan Menkumham tidak atas persetujuan Presiden. Bahkan info yang kami terima, Presiden tidak mengetahui tindakan Laoly itu," ujarnya.

"Kedua terhadap Golkar, Ketua Mahkamah Partai sendiri Prof Muladi menyatakan tidak ada yang dimenangkan kok. Saya mencium aroma bau busuk dalam keputusan Laoly," kata Bambang.

Lebih lanjut dirinya mengingatkan Menkumham bahwa negara ini adalah negara hukum yang bukan berdasarkan kekuasaan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sebagai menteri harusnya Laoly bertindak hati-hati tidak melawan hukum dan tidak menabrak undang-undang," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas