Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kongres IV PDI Perjuangan

BaraJP Jatim: Mega Semakin Tua kok Semakin Tak Mendidik

Ahmad Zainal Efendi menegaskan, dirinya tak menerima sang kepala negara hanya dijadikan sebagai petugas partai.

BaraJP Jatim:  Mega Semakin Tua kok Semakin Tak Mendidik
KOMPAS.com/INDRA AKUNTONO
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri membuka Kongres IV PDI-P di Sanur, Bali, Kamis (9/4/2015). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Rahmat Patutie

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pernyataan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan periode 2015-2020, Megawati Soekarnoputri, perihal semua kadernya adalah petugas partai menuai kritikan banyak pihak.

Salah satunya datang dari Ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) Jawa Timur, Ahmad Zainal Efendi, mananggapi pernyataan sang ketua umum itu tak mendidik anak bangsa.

"Mega semakin tua kok semakin tidak mendidik. Dia bukan seorang pimpinan partai yang baik tapi, dia arogansi yang tidak bisa mendidik anak bangsa," ujar Ahmad kepada wartawan di Bundaran Hotel Indonsia (HI), Minggu (12/4/2015).

Ahmad menegaskan, dirinya tak menerima sang kepala negara hanya dijadikan sebagai petugas partai. Menurut dia, hal demikian sama saja seperti pelecehan karena tak menjadikan seorang presiden sebagai simbol negara.

Ia tak setuju bila Presiden Jokowi sebagai petugas partai karena, kata dia, yang ada hanyalah Presiden Republik Indonesia.

Pihaknya pun mengaku siap berhadapan untuk mendiskusikan terkait hal ini.

"Kami tidak ingin bapak bangsa kami hanya dilecehkan kepada ketua partai," ujarnya.

Bung Karno saja tidak menjadikan sebagai petugas partai," lanjut Ahmad.

Menurutnya, saat ini, publik dihadapkan dengan dua kubu yang dianggap dapat diragukan objektifitasnya. "Tapi saya berdiri diobjektifitas, bukan anti partai tapi saya adalah warga yang berperan aktif dalam bangsa ini," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Megawati dalam menyampaikan pidato penutupan Kongres IV Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Sanur, Bali, Sabtu, lalu menyilakan kader yang tak mau disebut sebagai petugas partai untuk keluar.

"Ingat kalian adalah petugas partai. Petugas partai itu adalah perpanjangan tangan dari partai," katanya.

"Kalau kalian tidak mau disebut sebagai petugas partai, silakan keluar dari partai," katanya.

Megawati menegaskan bahwa semua kader PDIP yang menduduki jabatan di legislatif maupun eksekutif di semua tingkatan adalah petugas partai.

Ikuti kami di
Penulis: Rahmat Patutie
Editor: Gusti Sawabi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas