Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bareskrim Kirim Tim Penyidik ke Benjina

Kabareskrim Komjen Budi Waseso mengaku telah memberangkatkan tim penyidik ke Benjina, Kepulauan Aru, Maluku mengungkap dugaan perbudakan di tempat itu

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Gusti Sawabi
zoom-in Bareskrim Kirim Tim Penyidik ke Benjina
AFP/UGENG NUGROHO
Foto yang dirilis oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tanggal 8 April 2015, terlihat ratusan nelayan asing dari Thailand dan Myanmar diselamatkan oleh petugas dari Indonesia didampingi pejabat Thailand saat operasi di perusahaan perikanan swasta Pusaka Benjina Resources pada tanggal 3 April 2015, yang terletak di pulau terpencil Benjina provinsi Maluku. Ratusan nelayan ini diduga korban perbudakan dan akan dikembalikan kenegaranya masing-masing sementara pemerintah mengumumkan akan membentuk tim khusus untuk menyelidiki tuduhan perbudakan ini. AFP PHOTO/Ugeng NUGROHO/DEPARTEMEN PERIKANAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Kabareskrim Komjen Budi Waseso mengaku telah memberangkatkan tim penyidik ke Benjina, Kepulauan Aru, Maluku mengungkap dugaan perbudakan di tempat itu.

"‎Tujuh orang penyidik sudah dikirim, kemarin malam berangkat ke Benjina," kata Budi Waseso, Rabu (22/4/2015).

Budi Waseso mengakui Kepala Pos Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Benjina, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Yosep Sairlela yang tewas pada Sabtu (18/4/2015) malam di sebuah hotel di Menteng, itu merupakan saksi kunci Benjina.

"Dia salah satu saksi kunci memang.‎ Tapi tidak mengganggu proses penyelidikan karena saksinya kan tidak cuma satu," tegasnya.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Charliyan mengaku menyambut baik, permintaan mentri Susi yang meminta agar saksi kunci kasus dugaan perbudakan di Benjina, Kepulauan Aru, Maluku dilindungi.

"Iya soal itu kami koordinasi dengan LPSK, agar mereka para saksi kunci ini dilindungi secara maksimal," ujar Anton.

Rekomendasi Untuk Anda

Diutarakan Anton, bisa saja pihak Polri yang memohon pada LPSK agar bisa melindungi 8 orang saksi kunci. Dimana saat ini 8 saksi kunci itu ialah orang Myanmar yang memiliki kewarganegaraan Thailand.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas