Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hakim Tegur Saksi Mabes Polri karena Menggunakan Bahasa Daerah

Hakim meminta Irwansyah, saksi yang dihadirkan Mabes Polri selaku termohon dalam gugatan Novel Baswedan untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rahmat Patutie
Editor: Y Gustaman
zoom-in Hakim Tegur Saksi Mabes Polri karena Menggunakan Bahasa Daerah
Tribunnews.com/Rahmat Patutie
Irwansyah dihadirkan sebagai saksi tim hukum Mabes Polri, selaku termohon dalam sidang praperadilan yang diajukan penyidik KPK Novel Baswedan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2015). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rahmat Patutie

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Irwansyah Siregar menggunakan bahasa daerah Bengkulu saat memberikan kesaksian di muka persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2015).

Tim hukum Mabes Polri selaku termohon dalam sidang gugatan praperadilan yang dimohonkan penyidik KPK Novel Baswedan, menghadirkan Irwansyah sebagai saksi korban dari pihak termohon.

Zuhairi, hakim tunggal dalam sidang gugatan ini sulit menelaah bahasa yang disampaikaan Irwansyah. Hakim meminta saksi untuk menterjemahkan keterangannya ke dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.

"Diterjemahkan bahas Indonesia saja," kata Hakim.

Irwansyah merupakan sekian korban penembakan yang diduga dilakukan Novel Baswedan di Bengkulu pada 2004 silam. Saat itu Novel menjabat Kepala Satreskrim Polresta Bengkulu.

Berdasarkan pengakauannya, ia bersama lima orang temannya digiring ke Polres Bengkulu setempat dan diinterogasi selama empat jam.

Rekomendasi Untuk Anda

"Terus dibawa ke atas tempat pemeriksaan, kemaluan disetrum. Baru dibawa ke pantai, saya diturunkan dari mobil langsung ditembak. Kemudian dilindas motor," cerita Irwansyah.

Dia menjelaskan, saat berada di pantai tangannya dalam kondisi terborgol. Irwansyah tiba bersama pengacaranya di Jakarta sekitar pukul 20.00 WIB.

Pria kelahiran Medan 2 April 1978 ini mengaku berdagang untuk menghidupi keluarganya sehari-hari. Ia tinggal di Jalan Rinjani, Kecamatan Gading Cempaka, Kelurahan Singaron Pati, Kota Panorama Bengkulu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas