Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kabiro Keuangan Universitas Udayana Akan Disidang di Bali

"Iya, ini sudah P21," kata Made usai menandatangani berkas penyidikan di KPK, Jakarta, Jumat (18/9/2015).

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kabiro Keuangan Universitas Udayana Akan Disidang di Bali
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Udayana sekaligus pejabat pembuat komitmen dalam proyek pengadaan alat kesehatan, Made Meregawa (baju tahanan orange), usai diperiksa penyidik KPK, di Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2015). Made menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi Alat Kesehatan (Alkes) Rumah Sakit Khusus untuk Pendidikan Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana, Bali. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan berkas penyidika tersangka Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Udayana sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Made Meregawa, telah selesai dan siap dilimpahkan ke tahap penuntutan.

"Iya, ini sudah P21," kata Made usai menandatangani berkas penyidikan di KPK, Jakarta, Jumat (18/9/2015).

Pelaksana harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati, mengatakan Made akan disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bali.

"Sidang di (Pengadilan) Tipikor Bali," kata Yuyuk.

Made telah ditahan sejak 28 Juli 2015 di Rutan Pomdam Guntur, Jakarta Selatan. KPK menetapkan Made bersama Direktur PT Mahkota Negara Marisi Matondang (MRS) sebagai tersangka kasus pengadaan alat kesehatan rumah sakit khusus untuk pendidikan tahun anggaran tahun 2009 Universitas Udaya, Bali senilai Rp 16 miliar.

Keduanya diduga melakukan penggelembungan atau pemufakatan rekayasa dalam proses pengadaan alat kesehatan khusus penyakit infeksi dan pariwisata di Universitas Udayana. Akibat ulah kedua orang tersebut, negara ditaksir menderita kerugian sekitar Rp 7 miliar.

Penetapan tersangka keduanya merupakan pengembangan kasus pengadaan alat kesehatan di beberapa rumah sakit yang terdahulu. Marisi sendiri pernah diperiksa sebagai saksi untuk M Nazarddin pada kasus diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Jawa Barat.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas