Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ini Alasan Presiden Tidak Bisa Melayat Adnan Buyung

Menurutnya, antara Joko Widodo dan almarhum terdapat hubungan emosional yang kuat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ini Alasan Presiden Tidak Bisa Melayat Adnan Buyung
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah keluarga dan kerabat berdoa di depan jenazah almarhum Adnan Buyung Nasution saat melayat di kediaman almarhum di Lebak Buluk, Jakarta, Rabu (23/9/2015). Pengacara senior tersebut meninggal di Rumah Sakit Pondok Indah dikarenakan sakit komplikasi. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nurmulia Rekso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo tidak bisa hadir melayat, ke kediaman almarhum Adnan Buyung Nasution, di Jalan Poncol Lestari, Jakarta Selatan hari ini, Rabu (24/9/2015).

Kepala Staf Presiden (KSP), Teten Masduki, menyebut Presiden masih di luar kota.

"Pak Presiden tidak bisa melayat ke rumah duka, karena lagi kunjungan kerja, koordinasi pemadaman kebakaran hutan di Kalimantam Selatan," kata Teten Masduki, kepada wartawan di kediaman almarhum.

Setelah dari Kalimantan Selatan, menurut Teten Masduki, Presiden rencananya akan melanjutkan perjalanan ke Sumatera Utara, untuk memeriksa keadaan masyarakat di sekitar Gunung Sinabung.

"Tadi Pak Presiden sudah memberikan (pernyataan) duka cita yang mendalam," ujarnya.

Presiden mengenal almarhum karena saat kampanye beberapa kali sempat bertemu.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, antara Joko Widodo dan almarhum terdapat hubungan emosional yang kuat.

Selain itu keduanya punya persamaan pemikiran yang kuat.

"Pak Presiden juga respect terhadap apa yang dilakukan Pak Adnan," jelasnya.

Teten sendiri mengaku kenal dekat dengan almarhum. Ia kenal sejak tahun 1990, saat ia bergabung dengan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, (YLBHI), yang didirikan almarhum.

Teten mengaku banyak belajar dari almarhum. Bukan hanya masalah kebangsaan, akan tetapi juga masalah kehidupan sosial.

Ia secara pribadi merasa kehilangan atas wafatnya Adnan Buyung Nasution.

"Beliau selalu membantu kapan saja kalau saya perlu, bang Buyung pasti terima," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas