Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pilkada Serentak

AIMAN KompasTV Malam Ini, Risma dan Drama Pilkada Surabaya

Di antara semua fenomena PILKADA yang terjadi, bisa dikatakan Pilkada Kota Surabaya adalah yang paling unik.

AIMAN KompasTV Malam Ini, Risma dan Drama Pilkada Surabaya
SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
NOMOR URUT PILKADA - Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana bersama pendukung usai rapat pleno terbuka pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon Wali Kota dan calon wakil Wali Kota Surabaya di kantor KPU Kota Surabaya, Jumat (25/9). Dalam rapat pleno tersebut pasangan Rasiyo-Lucy Kurniasari yang diusung Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) mendapat nomor urut satu dan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana yang diusung PDIP mendapat nomor urut dua. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Apa yang paling menyita perhatian Pilkada serentak tahun ini? Dari sebanyak 269 daerah, 3 daerah di antaranya memiliki calon tunggal, dan masih abu-abu apakah KPU bisa menyelesaikan amanat Mahkamah Konstitusi (MK) untuk tetap melaksanakan pilkada dengan calon tunggal tahun ini juga?

Di antara semua fenomena PILKADA yang terjadi, bisa dikatakan Pilkada Kota Surabaya adalah yang paling unik. Drama demi drama, terjadi di kota terbesar kedua setelah Ibukota itu.

Mulai calon lawan Risma yang mundur karena tak direstui ibunda, dan tiba-tiba menghilang saat pendaftaran, hingga surat rekomendasi partai yang tak kunjung tiba.

Akhirnya nama calon wakil wali kota penantang Risma-Wisnu pun harus berganti, Lucy Kurniasari yang berpasangan dengan Calon Wali Kota Rasiyo.

Meski diatas kertas sulit untuk bisa dikatakan menang, tetapi tak ada yang tak mungkin di depan, tak ada pula yang bisa menebak apa yang menjadi kelanjutan. Termasuk terjadinya kembali drama yang kembali menjadikan Risma sebagai calon tunggal wali kota Surabaya.

Apa kata Risma soal drama demi drama ini. Adakah skenario lain untuknya? Dan mengapa ia menangis saat diwawancara AIMAN? Termasuk saat Risma "kelepasan" saat ia menyebut diminta menjadi menteri bukan wali kota.

Simak selengkapnya di program AIMAN, malam ini, Senin (5/10/2015) pukul 22.00 WIB di KompasTV. (KompasTV)

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Kompas TV
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas