Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

SDA Perintah Agar Istrinya Diajak ke Tanah Suci dan Digaji Sebagai Pendamping Jemaah Haji

Wardatul bersama enam orang lainnya, naik haji dan menerima gaji tanpa mengikuti proses seleksi

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in SDA Perintah Agar Istrinya Diajak ke Tanah Suci dan Digaji Sebagai Pendamping Jemaah Haji
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Terdakwa kasus dugaan korupsi penyelenggaraan haji Suryadharma Ali mendengarkan keterangan saksi saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2015). Jaksa Penuntut Umum menghadirkan empat orang saksi dari Kementerian Agama dalam persidangan tersebut. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali disebut memerintahkan bawahanya untuk diangkat sebagai pendamping amirul hajj dan menerima gaji dari biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2012 sesuai arahan SDA.

Hal itu diungkapkan bekas Direktur Pembinaan Haji Kementerian Agama (Kemag) Ahmad Kartono saat bersaksi untuk SDA di Pengadilan Tindak Pinda Korupsi Jakarta, Jumat (16/10/2015).

"Karena ini arahan menteri," kata Ahmad.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, masuknya Wardatul Asriah Indah, istri SDA, bersama enam orang lainnya sebagai pendamping berdasarkan nota dinas dengan kop surat Sekjen Kementerian Agama dari Kepala Bagian Tata Usaha Saefuddin A Syafi'i yang ditujukan ke Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) saat itu Anggito Abimanyu.

Saefuddin sendiri telah bersaksi dalam persidangan SDA. Wardatul bersama enam orang lainnya, naik haji dan menerima gaji tanpa mengikuti proses seleksi. Status mereka adalah petugas PPIH kendati diberangkatkan sebagai amirul hajj.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas