Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pansus Temukan Indikasi Kejahatan Korporasi Terkait Penghitungan Keuangan Pelindo II

Hal itu ditemukan setelah tim gabungan konsultan keuangan yang terdiri dari Bahana Sekuritas dan Finance Research Institute (FRI)

Pansus Temukan Indikasi Kejahatan Korporasi Terkait Penghitungan Keuangan Pelindo II
dpr.go.id
Sukur Nababan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Pansus Pelindo II, Sukur Nababan menilai ada indikasi kejahatan korporasi terhadap basis data penghitungan keuangan Pelindo II oleh Deutsche Bank (DB).

Hal itu ditemukan setelah tim gabungan konsultan keuangan yang terdiri dari Bahana Sekuritas dan Finance Research Institute (FRI).

"Dalam grafik (pemaparan), berdasarkan perhitungan perusahaan dihitung dari laba oprasional. Maka dilihat dari grafiknya, laba oprasional yang dilakukan (hitung) oleh tim, bila pendapatan bertambah maka laba pun bertambah," kata Sukur dalam rapat Pansus Pelindo II di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (23/11/2015).

Politikus PDI Perjuangan itu menilai, basis data yang dibuat Deutsche Bank justru melaporkan pendapatan Pelindo II bertambah tetapi laba malah semakin turun terus.

"Ini yang disebut adanya kejahatan korporasi," tegasnya.

Anggota Komisi II DPR RI itu menuturkan, atas adanya temuan kejahatan korporasi, dimana pendapatan yang bertambah tidak berbanding lurus dengan labanya. Dirinya menduga ada rencana menjatuhkan nilai perusahaan agar menjadi murah.

"Kenapa harus dibuat terus laba turun, karena untuk menghitung nilai perusahaan, dasar perhitungannya adalah laba operasional. Jadi agar nilai (kontrak) perusahaan itu murah maka laba operasional diturunkan," ujarnya.

"Dan perhitungan itu tetap dengan menggunakan basis perhitungan Deutsche Bank," tambahnya.

Adapun tim gabungan konsultan keuangan untuk menganalisa valuasi yang dilakukan oleh pihak DB adalah Bahana Sekuritas dan Finance Research Institute (FRI).

Kedua lembaga konsultan keuangan itu diperintahkan untuk menghitung kembali basis data yang dimiliki DB sebagai konsultan keuangan yang ditunjuk oleh Dirut Pelindo II R.J Lino.

Ikuti kami di
Penulis: Muhammad Zulfikar
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas