Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jamal si Tukang Sate Pemberani Jadi Simbol #KamiTidakTakut Lawan Teroris

Pascaserangan teroris di Sarinah sosok Jamal tukang sate jadi viral, bahkan ia jadi simbol keberanian #KamiTidakTakut atas serangan teroris.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Robertus Rimawan
zoom-in Jamal si Tukang Sate Pemberani Jadi Simbol #KamiTidakTakut Lawan Teroris
KOMPAS.com/Akhdi Martyn Pratama
Jamal (66) penjual sate di kawasan jalan Sabang, Jakarta Pusat yang tetap menjajakan usahanya meski ada aksi teror di kawasan Sarina Kamis (14/1/2016). 

TRIBUNNEWS.COM - Pascaserangan teroris di Sarinah sosok Jamal tukang sate jadi viral, bahkan ia jadi simbol keberanian #KamiTidakTakut atas serangan teroris.

Hingga Sabtu (16/1/2016) di Twitter masih ramai dengan #KamiTidakTakut, bahkan bermunculan video dan meme yang menyatakan tidak takut melawan teror.

Satu di antaranya yang menjadi inspirasi adalah Jamal tukang sate.

Ia mendadak tenar setelah netizen mengunggah fotonya yang masih sibuk mengipasi sate padahal 100 meter dari lokasi jualan terjadi ledakan dan penembakan oleh sejumlah teroris.

Meski demikian setelah diwawancarai oleh wartawan Kompas.com diketahui bahwa alasan Jamal dan sang istri tak lari lantaran takut dagangan dicuri maka ia lebih baik tetap berada di lokasi.

Setelah diketahui alasan tersebut netizen pun tetap berpendapat dan beberapa membuat meme.

'Lebih takut kehilangan dagangan daripada teroris'.

Rekomendasi Untuk Anda

Kisah dan ketenaran Jamal tukang sate dan sang istri menjadi fenomena baru.

Saat peristiwa tersebut Jamal mengaku ia bahkan mengantungi uang Rp 750 ribu hasil jualan hari itu.

Dagangan sate ludes terjual padahal biasanya ia hanya mengantungi uang Rp 250 ribu.

Suara ledakan dikira petir

Pria yang berjualan sate bersama istrinya, Heni (50), itu mengaku kaget ketika mendengar ledakan yang pertama pada pukul 10.40 WIB.

"Ada suara duaarr. Awalnya saya kira itu cuma suara petir, enggak lama ada suara itu lagi dan orang-orang pada lari, baru deh saya tahu kalau suara itu bom," kata Jamal kepada Kompas.com, Kamis (14/1/2016).

Heni yang mendampingi Jamal mengatakan, sebenarnya mereka ingin melarikan diri saat terdengar ledakan.

Namun, niat itu diurungkan karena takut dagangan mereka dicuri.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas