Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Raja Dangdut Rhoma Irama Tegaskan Partai Idaman Antikorupsi

Rhoma ingin mengampanyekan semangat antikorupsi secara massal kepada seluruh jajarannya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Raja Dangdut Rhoma Irama Tegaskan Partai Idaman Antikorupsi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama mendatangi kantor KPK Jakarta Selatan, untuk memberi dukungan, Kamis (3/3/2016). Rhoma datang bersama rombongan untuk menolak revisi UU KPK, Selain itu Rhoma mengundang KPK untuk sosialisasi di partainya. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama menegaskan partainya antikorupsi dan ingin terus mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi.

Rhoma ingin mengampanyekan semangat antikorupsi secara massal kepada seluruh jajarannya melalui pelantikan pengurus di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Minggu 6 Maret 2016.

"Dalam acara pelantikan besok kita undang pimpinan KPK untuk berikan 'key note speaker'," kata Sekretaris Jenderal Partai Idaman, Ramdansyah kepada Tribun di KPK, Jakarta, Kamis (3/2/2016).

Ramdan mengungkapkan pola penganan korupsi di Indonesia lebih mengutamakan kepada penindakan terhadap orang per orang.

Menurut dia, sangat jarang dilakukan kampanye antikorupsi di partai politik secara menyeluruh di seluruh Indonesia.

"Kita masuk di wilayah itu," kata dia.

Ramdan mengungkapkan selain menyampaikan undangan kepada pimpinan KPK, kedatangan mereka ke lembaga antirasuah itu juga sebagai bentuk dukungan.

Rekomendasi Untuk Anda

Apalagi, kata dia, Rhoma sejak dulu sudah membuktikan sebagai tokoh antikorupsi.

Ramdan mengisahkan bagaimana sekitar tahun 1980-an, Rhoma telah menciptakan lagu berjudul Indonesia.

Liriknya mengajak agar korupsi dihapuskan demi kemakmuran merata. Sebagai bentuk konsistensi Rhoma, pria yang berjuluk Raja Dang Dut itu akan mengelurkan album berjudul politik uang.

Kata Ramdan, itu adalah bentuk tanggung jawab Rhoma sebagai budayawan untuk menyebarkan semangat antikorupsi. Mengenai album baru tersebut, Ramdan mengaku belum bisa bercerita banyak.

Rhoma Irama sendiri tidak banyak berkomentar mengenai kunjunganya ke KPK. Penyanyi dan aktor tersebut mengatakan KPK tidak perlu direvisi karena KPK suda kuat.

"Kami mendukung KPK untuk menolak revisi Undang-Undang KPK karena KPK sudah kuat dan tidak perlu direvisi lagi. Kalau sampai Pemerintah dan DPR tetap melaksanakan perubahan undang-undang itu, terlalu," kata dia.

Saat pertemuan dengan KPK, Rhoma Irama memberikan plakat platinum lagu 'Indonesia'. Pimpinan disebutkan setuju menjadi pembicara para pelantikan pengurus DPW Partai Idaman.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas