Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Pelindo II

KPK Kembali Periksa Haryadi Budi Kuncoro untuk Tersangak RJ Lino

Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memeriksa senior manager peralatan PT Pelindo II Haryadi Budi Kuncoro.

KPK Kembali Periksa Haryadi Budi Kuncoro untuk Tersangak RJ Lino
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Haryadi Budi Kuncoro didampingi kuasa hukumnya Heru Widodo mendatangi Bareskrim Polri, Senin (14/3/2016) 

 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memeriksa senior manager peralatan PT Pelindo II Haryadi Budi Kuncoro.

Kuncoro akan dimintai keterangannya untuk tersangka bekas Direktur Utama PT Pelindo II, Richard Joost (RJ) Lino.

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangak RJL (RJ Lino)," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati, Jakarta, Rabu (16/3/2016).

Haryadi yang juga menjabat sebagai penanggung jawab direktur utama PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia sebelumnya telah diperiksa KPK pada 23 Februari lalu.

Haryadi yang waktu itu diperiksa sekitar sekitar sepuluh jam tidak mengeluarkan sepatah kata pun walau dicecar wartawan. Haryadi berjalan cepat ke dalam mobilnya yang sudah menunggu di depan KPK atau di Jalan Rasuna Said.

Haryadi menjabat sebagai senior manager peralatan PT Pelindo II saat pengadaan QCC tersebut. Adik kandung Bambang Widjojanto itu menjabatnya mulai September 2009.

RJ Lino adalah tersangka dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di Pelindo II tahun 2010. Lino jadi pesakitan lantaran disangka KPK menunjuk langsung perusahaan asal China, Wuxi Huang Dong Heavy Machinery dalam pengadaan QCC.

Lino diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp 32,6 miliar. Lino pun harus lengser dari kursi Dirut PT Pelindo setelah mendudukinya sekitar 10 tahun.

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Gusti Sawabi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas