Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

'Agar tak Diketahui Perompak, Matikan Lampu Navigasi Saat Melintas Kawasan Rawan'

Untuk mengantisipasi perompakan, di setiap kapal terdapat sejunlah peralatan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahid Nurdin
zoom-in 'Agar tak Diketahui Perompak, Matikan Lampu Navigasi Saat Melintas Kawasan Rawan'
TRIBUNNEWS.COM/Nurmulia Rekso Purnomo
Adang Syafaat saat berbincang dengan wartawan. 

Laporan Wartawan TRIBUNnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  -  Wilayah tempat perompak dari kelompok Abu Sayyaf beraksi, yakni di perairan di sekitaran pulau Jolo, Basilian dan wilayah Barat Daya Filipina, adalah wilayah berbahaya.

Adang Syafaat, kapten kapal yang sudah sering melintasi wilayah tersebut, mengatakan para pelaut akan meningkatkan kewaspadaanya setiap melintasi wilayah di mana kapal Tug Boat asal Indonesia bernama "Brahma" di bajak pada Senin (29/3/2016).

"Kalau pelaut lewat sana, sudah tahu lah, banyak perompak," ujar Adang kepada wartawan, di Sekolah Tinggi Ilmu Maritim AMI (Akademi Maritim Indonesia), Jakarta Timur, Jumat (1/4/2016).

Untuk mengantisipasi perompakan, di setiap kapal terdapat sejunlah peralatan.

Mulai dari pagar berduri, hingga semprotan air bertenaga tinggi.

Namun hal itu tidak bisa menjamin sepenuhnya pelaut akan selamat dari upaya pembajakan.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal terbaik yang bisa dilakukan saat melintasi wilayah berbahaya itu, menurut Adang adalah dengan berupaya agar para perompak tidak menyadari kehadiran kapal.

"Kalau malam, kita matikan lampu navigasi, itu tidak apa-apa karena sekarang sudah ada radar canggih, setiap kapal rata-rata punya," jelasnya.

Selain itu awak kapal juga harus sering-sering melaporkan posisinya, sehingga tidak luput dari pantauan perusahaan pemilik kapal maupun otoritas setempat.

"Jadi kalau ada apa-apa, bisa terpantau," ujarnya.

Ia mengaku sempat hampir jadi korban perompakan. Pada Juli 1998 lalu, kapal tangker yang ia tumpangi sempat di kepung oleh dua speedboat yang masing-masingnya di isi oleh sekitar lima orang laki-laki.

"Tapi waktu itu ada tentara Filipina datang, mereka langsung kabur," ujarnya.(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas