Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Putu Sudiartana Gemetar dan Kerap Bengong saat Ditanya Petugas Rutan Polres Jaksel

Ia kerap bengong karena memikirkan nasib istri dan anak-anaknya pasca-dirinya tertangkap kar

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Putu Sudiartana Gemetar dan Kerap Bengong saat Ditanya Petugas Rutan Polres Jaksel
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Komisi III I Putu Sudiartana (rompi orange) keluar dari gedung KPK, Jakarta, Kamis (30/6/2016). Putu bersama empat orang lainnya ditahan KPK usai ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap proyek rencana pembangunan 12 ruas jalan di Sumatera Barat senilai Rp 300 miliar. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI dari Partai Demokrat, I Putu Sudiartana, menjalani hari pertama di sel Rutan Polres Jakarta Selatan, sejak Kamis (30/6/2016) dini hari, setelah tertangkap petugas KPK karena kasus suap sehari sebelumnya.

Petugas Rutan Polres Jaksel yang enggan disebutkan namanya menceritakan, tak banyak kegiatan dilakukan di tempat barunya, justru ia kerap bengong dan gemetar lantaran masih syok tertangkap petugas KPK.

"Saya sempat ngobrol dengannya. Saya tanya, bagaimana keadaannya. Putu bilang, 'baik'. Tapi, saya tak percaya. Karena saat saya salaman dengannya, tangannya gemetar. Saya cek dadanya, juga berdetak cepat. Waktu diminta tulis identitas di kertas, tangannya gemetar dan tulisannya nggak bisa terbaca," ujar petugas tersebut di Rutan Polres Jaksel.

Setelah perbincangan beberapa saat, Putu baru mengakui dirinya masih syok pasca-tertangkap petugas KPK. Ia kerap bengong karena memikirkan nasib istri dan anak-anaknya pasca-dirinya tertangkap karena kasus dugaan suap.

"Setelah saya tanya, baru dia bilang, 'Kasihan anak saya masih ada yang kecil'. Begitu," ucap petugas tersebut mengulangi pengakuan Putu.

Diberitakan, tim Satgas KPK menangkap tujuh orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta, Padang dan Tebing Tinggi, Selasa (28/6/2016) malam hingga Rabu (29/6/2016) dini hari.

Mereka ditangkap karena diduga terlibat suap Rp 500 juta dari pihak swasta ke I Putu Sudiartana selaku Penyelenggara Negara untuk pemulusan pengajuan anggaran proyek pembangunan 12 ruas jalan di Sumatera Barat dalam APBN Perubahan 2016.

Berita Rekomendasi

Penangkapan diawali dengan diamankannya sekretaris/staf pribadi anggota DPR I Putu Sudiartana, Noviyanti dan suaminya, Muchlis, di kawasan Petamburan, Jakarta Barat.

Suami istri itu ditangkap karena diduga berperan sebagai bagian penerima aliran dana Rp 500 juta dari pihak pengusaha di Sumbar. Penerimaan dan peruntukan dana itu diduga sepengetahuan Putu.

Petugas KPK telah mempunyai barang bukti transfer dana ke tiga rekening, termasuk ke rekening suami Noviyanti, Muchlis.

Berikutnya, petugas mencokok I Putu Sudiartana dari rumah dinasnya, di komplek perumahan DPR, Ulujami, Jakarta Selatan.

Petugas juga membawa seorang ajudan bernama Ipin dari rumah Putu. Dia disebut-sebut ajudan dari petinggi Partai Demokrat yang belum diketahui peran maupun kegiatannya di rumah Putu.

Saat melakukan penggeledahan awal, petugas menemukan uang 40 ribu dolar Singapura dari kamar Putu. Namun, sejauh ini belum diketahui terkait atau tidak uang tersebut dengan penggelapan anggaran proyek 12 ruas jalan di Sumbar.

Selanjutnya, tim KPK berturut-turut menangkap pengusaha bernama Yogan Askan dan Kepala Dinas, Suprapto, di rumah masing-masing, Padang, Sumbar.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas