Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jokowi Kutuk Keras Serangan Teror di Madinah

Presiden Joko Widodo mengutuk keras aksi teror di sejumlah tempat di Arab Saudi yang terjadi Senin (4/7/2016).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adi Suhendi
zoom-in Jokowi Kutuk Keras Serangan Teror di Madinah
BIRO PERS/BIRO PERS
Presiden Joko Widodo. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengutuk keras aksi teror di sejumlah tempat di Arab Saudi yang terjadi Senin (4/7/2016).

Dikatakan dia dalam halaman Facebook Presiden Joko Widodo, aksi teror dimana pun, atas nama apa pun tidak dapat dibenarkan dan tidak bisa ditolerir.

"Aksi teror, di manapun, atas nama apapun, tidak dapat dibenarkan, tidak dapat ditolerir serta bertentangan dengan nilai-nilai agama dan kemanusiaan," kata Jokowi, Selasa (5/7/2016).

Ditegaskannya ia mengutuk aksi teror di dekat Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.

"Kita mengutuk keras serangan teror yang terjadi di dekat Masjid Nabawi, Madinah dan dua kota lainnya di Arab Saudi," katanya.

Ia pun menyampaikan duka cita kepada para korban atas aksi serangan bom bunuh diri di wilayah Arab Saudi.

"Atas nama rakyat Indonesia, kita sampaikan duka cita yang mendalam kepada korban, keluarga dan pemerintah kerajaan Arab Saudi," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Tiga ledakan bom mengguncang wilayah Arab Saudi di tiga kota, Senin (5/7/2016).

Bom bunuh diri meledak di konsulat Amerika, Jeddah dimana pelakunya meninggal di lokasi kejadian.

Akibat serangan bom tersebut tiga orang menjadi korban, dua orang petugas keamanan diplomatik dan satu orang petugas keamanan setempat.

Sementara di Kota Qatif, pelaku yang hendak melakukan serangan bom di Masjid Faraj Al Omran bom meledak lebih awal.

Dikabarkan pelakunya meninggal dunia akibat ledakan bom tersebut.

Sementara di Madinah, sekitar 500 meter dari Masjid Nabawi serangan bom bunuh diri mengakibatkan empat petugas keamanan tewas begitu juga dengan seorang pelakunya.

Pelaku diketahui menggunakan bom rompi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas