Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menteri Luhut: Kita Tidak Ingin Melanggar Konstitusi Negara Lain

Konstitusi Filipina yang tidak memperbolehkan pasukan militer negara lain untuk memasuki wilayahnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Menteri Luhut: Kita Tidak Ingin Melanggar Konstitusi Negara Lain
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI
TNI JEMPUT 4 WNI ABK DI PERAIRAN LAUT FILIPINA - Pemerintah Indonesia diwakili TNI menjemput 4 (empat) WNI Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Tunda TB Henry yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf dari Pemerintah Filipina. Empat WNI ABK tersebut tiba di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (13/5/2016) pukul 10.20 WIB. Saat tiba di Halim, ke empat WNI yang didampingi oleh Pangkostrad selaku Pangkoops TNI Letjen TNI Edy Rachmayadi, Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Pangkoopsau II Marsda TNI Dody Trisunu dan Danguspurlatim Laksma TNI I.N.G. Ariawan, S.E., M.M., disambut oleh Menlu RI Retno LP Marsudi dan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Amriyono Prakoso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Indonesia tidak akan memasuki wilayah Filipina jika tidak mendapatkan izin.

Hal itu disebabkan oleh adanya konstitusi Filipina yang tidak memperbolehkan pasukan militer negara lain untuk memasuki wilayahnya.

"Mereka kan tidak membolehkan tentara asing masuk ke tempat dia. apalagi kita tidak ingin melanggar konstitusi negara lain," ujarnya di Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (12/7/2016).

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa pihaknya akan masuk ke wilayah Filipina untuk melakukan upaya pembebasan sandera jika diizinkan oleh pemerintah setempat.

"Tunggu izin pemerintah Filipina baru TNI bisa masuk. Jangan tahu-tahu masuk daripada nanti diteriaki maling," jelasnya.

Jika nantinya, pemerintah Filipina mengizinkan adanya upaya operasi militer TNI untuk pembebasan sandera, maka pihaknya akan menyiapkan segala sesuatunya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Untuk pembebasan sandera kami siapkan pasukan. Untuk patroli bersama dengan sea corridor itu juga kami siap. Apapun yang diperlukan kami siap," tambah Panglima.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas