Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Presiden Tidak Cermat Melakukan Rekrutmen Terhadap Menterinya

Ia meyakini yang sebenarnya terjadi hanyalah kesalahan prosedural dalam perekrutan menteri.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Presiden Tidak Cermat Melakukan Rekrutmen Terhadap Menterinya
Tribunnews.com/Fitri Wulandari
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (11/8/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fadli Zon meminta pemerintah menjelaskan secara terang benderan soal dwi-kewarganegaraan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar.

"(Pemerintah) jujur saja, mungkin itu hanya masalah administratif. Yang penting ada penyelesaiannya," kata Wakil Ketua DPR Fadli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/8/2016).

Jika pemerintah tidak jujur dan terus menutupi hal ini, persoalan ini akan terus gaduh karena polemik di masyarakat.

Ia meyakini yang sebenarnya terjadi hanyalah kesalahan prosedural dalam perekrutan menteri.

Presiden, tidak mengetahui bahwa Arcandra telah mengantongi paspor Amerika Serikat saat menunjuknya sebagai menteri.

Lulusan Texas A & M University ini dipilih jadi menteri pada Reshuffle (perombakan) kabinet Jilid II Juli lalu.

"Presiden tidak cermat melakukan rekrutmen terhadap menterinya. Jadi sebaiknya ada semacam Klarifikasi dari Presiden atau Mensesneg atau Seskab bagaimana sih proses rekrutmen ke yang bersangkutan sehingga bisa seperti ini," ucap Fadli.

Rekomendasi Untuk Anda

Idealnya, lanjut Fadli, perekrutan menteri melibatkan Badan Intelijen Negara. Ia curiga proses tersebut tidak dilakukan sehingga pemerintah kecolongan.

"Pemerintah harus resmi menjelaskan soal ini," ucap Fadli.

Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto hanya menyebut bahwa Arcandra sudah melepas kewarganegaraan AS.

Wiranto sempat berjanji akan menggelar jumpa pers bersama Arcanda.

Wartawan sudah bersiap di Kantor Menko Polhukam namun jumpa pers tak kunjung dilakukan.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly dan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi yang menemui Jokowi pada petang ini, tampak keluar dari pintu samping Istana.

Keduanya juga enggan berkomentar kepada media.

Fokus Bekerja

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas