Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tokoh Ditangkap

Rachmawati Cs Tetap Diproses Hukum terkait Kasus Dugaan Makar

Kapolda Metro Jaya, Irjen Mohammad Iriawan, tak peduli dengan permintaan Rachmawati Soekarnoputri yang meminta kasusnya dihentikan atau di-SP3.

Rachmawati Cs Tetap Diproses Hukum terkait Kasus Dugaan Makar
Capture Youtube
Salah satu tersangka makar, Rachmawati Soekarnoputri menangis saat menyampaikan uneg-unegnya di depan wakil Ketua DPR, Fadli Zon. Rachmawati tidak terima ditetapkan sebagai tersangka makar. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolda Metro Jaya, Irjen Mohammad Iriawan, tak peduli dengan permintaan Rachmawati Soekarnoputri yang meminta kasusnya dihentikan atau di-SP3.

Ia memastikan, penyidik mempunyai alat bukti cukup untuk menjerat sejumlah tokoh yang diduga hendak melakukan makar terhadap pemerintah yang berkuasa tersebut.

Dalam kasus lain, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab berjanji, akan memenuhi panggilan polisi.

"Tolong jelaskan ke saya, SP3-nya bagaimana? Hukumnya tak bisa begitu, buktinya ada kan? Kasus tetap jalan," ujar Iriawan, Rabu (11/1/2017).

Pernyataan Kapolda Metro sekaligus menanggapi pertemuan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Rachmawati Soekarnoputri dengan pimpinan DPR RI, di gedung DPR/MPR, dua hari lalu.

Menurutnya, pertemuan itu merupakan hal biasa. Sebab, kata dia, pimpinan DPR RI merupakan wakil rakyat sehingga dapat saja menerima rakyat yang ingin mengeluarkan keluh-kesah.

"Itu hak Ibu Rachma untuk ke DPR. DPR itu wakil rakyat. Beliau kan mengakomodir apa yang disampaikan oleh Rachma. Iya boleh itu kan tugas DPR untuk mengakomodir yang disampaikan rakyat," kata dia.

Sejauh ini, penyidikan kasus itu akan tetap berjalan. Dia menilai penyidik mempunyai cukup alat bukti untuk menjerat sejumlah tokoh.

Meskipun, para tokoh tak mengakui perbuatan.

Salah satu barang bukti itu berupa rincian transferan uang dari Rachmawati Soekarnoputri senilai Rp 300 juta kepada Alvin Indra yang diduga dipakai untuk makar.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas