Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kalimat Sepele Inilah yang Bikin Dua Jemaah Umrah Sengsara, Ditahan di Sel dan Berurusan Panjang

Jangan sekali-kali ucapkan kalimat ini, dua jemaah asal Pasuruan ditahan di Jeddah gara-gara ucapkan kalimat tersebut. Sebuah pelajaran berharga.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Robertus Rimawan
zoom-in Kalimat Sepele Inilah yang Bikin Dua Jemaah Umrah Sengsara, Ditahan di Sel dan Berurusan Panjang
Surabaya.tribunnews.com/Galih Lintartika
Tangan Nonik Indrawati Ningsih (28) menggenggam erat tangan suaminya, Luthfi Hakim (29). Nonik terlihat tak kuasa melihat nasib orang tuanya, Triningsih Kamsir Warsih (50) warga Dusun Pilangsari, Desa Beji, Kecamatan Beji, Pasuruan yang terkatung - katung di Jeddah. Triningsih merupakan satu dari dua jamaah umrah yang ditahan petugas keamanan dan kepolisian Jeddah karena diduga membawa bom. 

TRIBUNNEWS.COM, PASURUAN - Jangan sekali-kali ucapkan kalimat ini, dua jemaah asal Pasuruan ditahan di Jeddah gara-gara ucapkan kalimat tersebut, Rabu (18/1/2017).

Kisah dua jemaah haji ini menjadi pelajaran berharga bagi WNI yang bepergian ke luar negeri.

Kata 'bom' menjadi kata yang sensitif dan dinilai berbahaya, menyusul beberapa peristiwa tragis akibat insiden bom teroris.

Meskipun niatnya guyonan atau ingin menjelaskan sesuatu namun karena keterbatasan pemahaman bahasa tak jarang menimbulkan salah paham.

Hal inilah yang terjadi pada  dua jemaah umrah, niat dua jemaah ini hanya ingin menjelaskan isi tas, sayangnya di belakang kalimat jemaah tersebut menggunakan kata bom.

Simak kisah lengkapnya.

Nasib dua jemaah umrah asal Pasuruan yang tertahan di Jeddah, Triningsih Kamsir Warsih (50) warga Dusun Pilangsari, Desa Beji, Kecamatan Beji dan Umi Widayani Djaswadi (56) warga Jalan Bendosolo, Desa Pogar, Kecamatan Bangil, semakin memprihatinkan.

Rekomendasi Untuk Anda

Informasi terakhir, keduanya dimasukkan ke dalam sel tahanan atau penjara wanita di Jeddah yakni Sijjin Islakhiyah, Dahbah, Jeddah.

Keduanya tidak bisa pulang ke Indonesia setelah diduga membawa barang membahayakan alias bom.

Padahal, kala itu, Umi hanya berniat bercanda dengan pramugari yang menanyakan isi tas yang sangat berat.

"Hari ini, informasinya penyidikan terakhir," kata Mustain, manajer area Sepinggan travel yang sebelumnya bernama Hijrah Travel saat ditemui Surya (Tribunnews Network), Selasa (17/1/2017).

Dia mengatakan, sesuai dengan ketentuannya, hari ini tepat satu minggu jemaahnya itu Umi dan Tri Ningsih ditahan.

Hari ini pula, adalah jadwal terakhir pemeriksaan sekaligus penentuan nasib dari dua orang tersebut.

"Kalau hari ini penyidik kepolisian Jeddah menyatakan ada indikasi pelanggaran yang dilakukan keduanya, maka kasus ini akan berlanjut ke persidangan," katanya.

Semisal sampai naik persidangan, kata Mustain, maka besar kemungkinan Umi Widayani dan Triningsih akan lebih lama tinggal di Jeddah, karena mereka akan menjalani masa hukuman.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas