Ketua Pansus Angket DPR Tidak Takut Diperiksa KPK
Agun Gunandjar Sudarsa berjanji memenuhi panggilan KPK terkait kasus dugaan korupsi e-KTP.
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Pansus Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agun Gunandjar Sudarsa berjanji memenuhi panggilan KPK terkait kasus dugaan korupsi e-KTP.
Agun sempat mangkir dalam pemeriksaan sebagai saksi e-KTP karena bersamaan kunjungan Pansus ke Lapas Sukamiskin.
"Saya rasa sejak tanggal pulang dari Sukamiskin, saya sudah jawab. Saya katakan sekali lagi, saya dipanggil pertama kali datang. Saya berkirim surat tanggal 4 menyatakan saya tidak bisa hadir. Kooperatif saya, minta dijadwalkan," kata Agun di Gedung DPR, Jakarta, Senin (10/7/2017).
Agun mengatakan pada tanggal 6 Juli 2017 menerima surat untuk dipanggil KPK tanggal 11 Juli 2017.
Baca: Yusril Ihza Mahendra Penuhi Undangan Pansus Angket Bahas Pembentukan KPK
Politikus Golkar itu mengaku akan datang dalam pemeriksaan tersebut.
"Walaupun tanggal 11 Juli seharusnya saya pimpin rapat. Saya akan proporsional. Proses hukum jalan. Saya tidak pernah merasa khawatir, tidak pernah merasa takut untuk keadilan. Saya akan katakan jujur," kata Agun.
Agun pun memastikan kehadirannya dalam pemeriksaan KPK terkait kasus e-KTP pada tanggal 11 Juli 2017.
Namun, ia sempat menyindir Komisi Pemberantasan Korupsi terkait undangan yang akan dilayangkan Panitia Khusus (Pansus) Angket KPK.
"Walaupun sebetulnya kalau sama sama saling menghargai. Kalau KPK juga diundang, ya hadir dong. Kita harus sama apple to apple walaupun saya tanggal 11 memimpin rapat tapi demi proses penegakan hukum," kata Agun.