Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Sekjen PSI: Hary Tanoe Salah Jika Dukung Jokowi Berharap Kasusnya Diintervensi

Saya ucapkan selamat kepada Perindo. Selamat kembali ke jalan yang benar.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Sekjen PSI: Hary Tanoe Salah Jika Dukung Jokowi Berharap Kasusnya Diintervensi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni serta pengurus PSI lainnya mengadakan jumpa pers, di Jakarta, Selasa (11/10/2016). Jumpa pers terkait PSI menjadi satu-satunya partai yang lolos dalam verifikasi partai politik tahun 2016 yang dilakukan Kementerian Hukum dan HAM. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni mengucapkan selamat kepada Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo yang menyatakan bakal mendukung Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

Toni sapaannya menyebut, HT kembali ke jalan yang benar jika mendukung Jokowi.

"Saya ucapkan selamat kepada Perindo. Selamat kembali ke jalan yang benar. Teriring doa, semoga kehadiran Perindo dalam mendukung Jokowi dapat memperkuat politik kerja kongkret yang sedang dikerjakan Jokowi," kata Toni saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Rabu (2/8/2017).

Lebih lanjut dirinya menilai Presiden Jokowi tidak mungkin akan terpengaruh soal perkara hukum yang menjerat HT, sekalipun bos MNC Gruop itu memberikan dukungan.

"Wallahu'alam. Semoga bukan itu maksudnya. Lagi pula Jokowi bukan presiden yang biasa melakukan intervensi hukum. Kalau itu tujuannya itu, saya kira pilihan yang salah," kata Toni.

Sebelumnya Sekjen Perindo Ahmad Rofiq menegaskan dukungan yang dilakukan Partai Perindo ini tidak ada hubungannya dengan kasus apa pun yang sedang menjerat Hary.

Menurutnya, Hary Tanoe sangat profesional dan taat hukum.

BERITA TERKAIT

"Ini soal politik, harus primordialisme, kelompok. Apa pun kondisi seseorang, haruslah mengedepankan aspek kebangsaan, dan beliau (Hary) berkorban. Kalau ada ego, kenapa enggak maju sendiri (Pilpres 2019 mendatang)," kata Rofiq.

Sebelumnya, Polri menetapkan Hary Tanoe sebagai tersangka atas kasus dugaan ancaman melalui pesan elektronik yang dilaporkan oleh Kepala Subdirektorat Penyidik di Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto.

"Iya, SPDP sudah diterbitkan sebagai tersangka," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (23/6/2017).

Rikwanto mengaku, penyidik Bareskrim Polri menerbitkan SPDP itu pada Rabu 21 Juni 2017 lalu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Wiki Populer

© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas