Tribun

Desak Copot Prasetyo Dar Kursi Jaksa Agung, Presiden Jangan Lagi Ingkari Nawacita

Presiden Joko Widodo didesak untuk mencopot HM Prasetyo dari posisinya sebagai Jaksa Agung.

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Adi Suhendi
Desak Copot Prasetyo Dar Kursi Jaksa Agung, Presiden Jangan Lagi Ingkari Nawacita
Tribunnews.com/Valdy Arief
Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Miko Ginting. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo didesak untuk mencopot HM Prasetyo dari posisinya sebagai Jaksa Agung.

Desakan pencopotan tersebut disebabkan ketidakmampuan Prasetyo untuk mengawasi jaksa sehingga terjerat kasus hukum.

Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Publik Indonesia (PSHK) Indonesia, Miko Ginting mengingatkan akan janji Jokowi mengenai konsep Nawacita.

Ginting berharap agar Presiden betul-betul memilih pengganti jaksa agung yang sesuai dengan Nawacita.

Baca: Tegaskan Dukung Jokowi Dalam Pilpres 2019, Ini Alasan Hanura

"Ketika Presiden Joko Widdodo menelurkan nawacita kan mengatakan akan memilih aparat penegak hukum dalam hal ini kejaksaaan dan polisi yang berintegritas, yang kompeten. Saya kira variabel atau janji politik dalam Nawacita seharusnya dipenuhi," kata Ginting di kantor Indonesia Corruption Watch, Jakarta, Jumat (3//8/2017).

Ginting berharap agar jaksa agung pengganti Prasetyo berasal dari unsur independen.

Ssehingga tidak memiliki bias kepentingan saat memimpin korps Adhayksa.

Kemudian, tentu Jaksa Agung harus memiliki latar belakang bersih dan tidak bermasalah.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas