Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kasus BLBI

Korupsi BLBI, KPK Periksa Syafruddin dan Artalyta Suryani

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak patah arang melanjutkan penyidikan kasus BLBI yang melibatkan Sjamsul Nursalim.

Korupsi BLBI, KPK Periksa Syafruddin dan Artalyta Suryani
KOMPAS IMAGES
Juru Bicara KPK Febri Diansyah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak patah arang melanjutkan penyidikan kasus BLBI yang melibatkan Sjamsul Nursalim.

Meski penyidik tak berhasil mendatangkan Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Diketahui Sjamsul Nursalim merupakan pemilik Band Dagang Nasional Indonesia (BDNI) yang mendapat suntikan dana BLBI saat krisis melanda Indonesia pada 1997-1998.

Kali ini, Selasa (5/9/2017) penyidik menjadwalkan pemeriksaan pada mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temenggung (SAT).

Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan perdana bagi Syafruddin sebagai tersangka. Setelah beberapa bulan lalu kalah saat mengajukan praperadilan terhadap KPK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"‎SAT, mantan Ketua BPPN kami periksa sebagai tersangka. Selain itu ada satu saksi yang kami periksa untuk SAT, yakni Artalyta Suryani (wiraswasta)," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Pemeriksan terhadap Artalyta Suryani sebagai saksi juga bukan pemeriksaan perdana, sebelumnya Artalyta Suryani alias Ayin telah diperiksa KPK.

Selain Ayin, dalam kasus ini penyidik sudah banyak memeriksa saksi seperti mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri Kwik Kian Gie, mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Ramli, mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro Jakti.

Kemudian mantan Menteri BUMN Laksamana Sukardi, mantan Menteri Keuangan Bambang Subianto hingga mantan Kepala BPPN Ary Suta.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan satu tersangka, Syafruddin yang diduga merugikan negara hingga Rp3,7 triliun atas tindakannya menerbitkan SKL BLBI untuk Sjamsul.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas