Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tersangka Hate Speech Alfian Tanjung Ditahan di Mako Brimob

Tersangka kasus dugaan ujaran kebencian, Alfian Tanjung ditahan di Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Tersangka Hate Speech Alfian Tanjung Ditahan di Mako Brimob
KOMPAS.com/Kristian Erdianto
Dosen Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA) Alfian Tanjung menanggapi terkait tuduhannya terhadap Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, di kantor Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (8/3/2017). Alfian menyebut Teten sebagai salah satu kader Partai Komunis Indonesia (PKI). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tersangka kasus dugaan ujaran kebencian, Alfian Tanjung ditahan di Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Alfian dibawa polisi dari Rumah Tahanan kelas I Medaeng Sidoarjo, Rabu (6/9/2017) malam. Alfian Tanjung diadili karena berceramah di Masjid Mujahidin Surabaya, yang materinya berisi tentang PKI. Namun, dia dibebaskan setelah majelis hakim menerima eksepsinya.

Setelah bebas, Alfian langsung dijemput oleh penyidik Polda Metro Jaya. Atas kasusnya yang menuduh sebagian anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan adalah kader PKI. Alfian ditetapkan sebagai tersangka pada Mei 2017 lalu.

"Ditahan ke Mako Brimob. Kasus masalah ujaran kebencian, penistaan, mau ditaruh di mana saja tahanan polisi," ujar Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (7/9/2017).

Alfian menyampaikan tuduhan itu, dalam sebuah ceramah di Masjid Jami Said, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Oktober 2016. Video ceramahnya itu menjadi viral di media sosial.

Dalam cerahamahya, Alfian mengatakan, rapat-rapat di Istana Negara dipimpin oleh Teten Masduki, Urip Supriyanto, Budiman Sudjatmiko, Waluyo Jati, dan Nezar Patria.

Rekomendasi Untuk Anda

"Dan sederet kader-kader PKI, yang mereka menjadikan istana tempat rapat rutin mereka tiap hari kerja di atas jam delapan malam ke atas. Keren ya, jadi istana negara sekarang jadi sarangnya PKI sejak bulan Mei 2016," kata Alfian dalam ceramahnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas