Ini 5 Peristiwa Keganasan Buaya di Indonesia, Ada yang Tinggal Organ Tubuhnya Ada yang Selamat
Korban diterkam hewan buaya sekitar pukul 08.40 WIB saat sedang mengikat kayu gelam bersama dengan rekannya
Editor: Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, BANYUASIN - Video seorang pawang yang tewas ditarik buaya hingga ke dalam sungai di Muara Jawa Ulu, Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (16/9/2017) membuat geger dunia maya.
Kisah perterungan manusia dengan buaya marak terjadi di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang memiliki sungai yang besar.
Berikut adalah kisah-kisah nyata antara buaya vs manusia di sejumlah daerah.
Ada yang tewas dimangsa, ada pula yang sempat bergumul dan bertarung hingga kemudian selamat meski mengalami luka-luka.
1. Organ tubuhnya ditemukan di pinggir sungai
Satu warga Desa Sedang, Kecamatan Suak Tape, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Arkoni (64) tewas dimangsa buaya dan organ tubuhnya ditemukan di pinggir Sungai Muara Limau.
Kapolres Banyuasin AKBP Andri di Banyuasin, Sabtu (5/2/2017) menjelaskan bahwa jasad korban yang sudah dicabik-cabik buaya itu ditemukan di pinggir sungai Desa Sedang, Jumat (24/2/2017) sekitar pukul 11.00 WIB.
Berdasarkan keterangan rekannya, korban diterkam hewan buaya sekitar pukul 08.40 WIB saat sedang mengikat kayu gelam bersama dengan rekannya, Sarni bin Zailani, Samsudin bin Sobri dan Rudi Hartono bin Ismail.
Baca: Fakta-fakta Buaya di Muara Jawa, Pawang pun Ikut Dimangsa, Ini Keanehannya
Kemudian kayu gelam tersebut rencananya dibawa ke Desa Sedang.
Saat korban akan mengikat kayu dan berjalan ke tengah Sungai Muara Limau, tak berapa lama korban berteriak kemudian sudah tenggelam diseret buaya, kata Kapolres.
Kemudian, lanjut Kapolres, Sarni, Zailani, Hartono dan Samsudin mencoba mencari korban namun tidak behasil.
Setelah itu mereka meminta bantuan ke kepala desa dan warga Desa Sedang.
Sekitar pukul 11.00 WIB, organ tubuh korban berupa jantung dan hati serta pakaian ditemukan di pinggir sungai kurang lebih empat km dari korban hilang.
"Kita mendatangi tempat kejadian perkara. Kini potongan organ tubuh korban tersebut dibawa warga untuk dimakamkan dan untuk warga supaya berhati- hati bila melintas di pinggir sekitar sungai tersebut," kata Kapolres mengingatkan.
2. Bergumul tarik-menarik mertua dengan buaya berebut tubuh Rozi
Keganasan Buaya Muara yang mendiami perairan Banyuasin, Sumatera Selatan kembali memakan korban.
Seorang warga Desa Terlangu, Rozi (36), diketahui diseret seekor buaya saat mencari kayu di Muara Sungai Limau, Kecamatan Sembawa, Minggu (27/04/2014).
Menurut informasi yang ditulis Tribun Sumsel, sempat terjadi tarik menarik antara kakak Ipar dan mertua korban dengan buaya tersebut.
Mereka mempertahankan tubuh rozi agar tidak dimakan buaya. Namun, keduanya kalah kuat dengan buaya yang telah menggigit kaki korban.
Baca: Kata Pawang, Supriyanto Diterkam Karena Menantang si Buaya
Nurdin (45), saudara Rozi yang sempat bertarung dengan buaya, memperkirakan buaya tersebut sepanjang 8 meter.
"Ekor buaya tersebut begitu besar, bahkan saat saya hendak merangkul ekor buaya tersebut, tangan tidak dapat lagi merangkulnya," ungkapnya, Senin (28/4/2014).
Upaya pencarian Rozi hingga Senin sore ini terus dilakukan. Dengan peralatan seadanya, warga berbondong-bondong ke lokasi hilangnya korban.
Warga juga menggunakan jasa paranormal untuk mengetahui keberadaan korban.
Berdasarkan keterangan paranormal, korban diperkirakan berada tidak jauh dari lokasi kali pertama diketahui hilang.
3. Jasad korban dipindah, buaya 3 meter mengamuk!
Seorang warga di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, ditemukan tewas setelah diterkam buaya di Sungai Lamasi.
Awalnya, warga melakukan pencarian di sepanjang sungai hingga menemukan potongan tubuh korban.
Dikutip dari Kompas.com, buaya pemangsa kabur setelah ditembak polisi.
Jasad Muliadi (29) alias Ladi ditemukan pada Kamis (1/6/2017) pukul 16.00 Wita oleh warga yang sengaja melakukan pencarian setelah korban dinyatakan hilang di sungai pada Rabu (31/5/2017) pukul 17.30 Wita.
Korban hilang saat mandi di Sungai Lamasi, Desa Pompengang Induk, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Baca: Tragis, Ini Ritual Supriyanto Sebelum Tewas Diterkam Buaya Sungai Muara Jawa
"Warga memang lakukan pencarian di sepanjang sungai karena memang dinyatakan hilang saat mandi," kata Alim Bahri, kepala Desa Pompengang Iduk yang dikonfirmasi, Jumat (2/6/2017).
Saat ditemukan, jasad korban sudah tidak utuh lagi.
Kedua lengan serta kaki kirinya hilang.
Warga menduga korban diterkam buaya yang memang banyak di Sungai Lamasi.
Lantaran takut warga kemudian memanggil aparat kepolisian dan TNI untuk memindahkan jasad korban.
Namun, saat jasad korban hendak dievakuasi, seekor buaya sepanjang 3 meter muncul dan mengamuk.
Polisi kemudian menembak buaya tersebut.
"Saat mayat korban hendak kami evakuasi tiba-tiba muncul buaya. Anggota terpaksa melepaskan tembakan tapi walau pun kena tapibuaya lari masuk air," kata AKP Marthen Sipa, Kapolsek Lamasi.
Jasad korban kemudian dibawa ke rumah duka dan langsung dimakamkan pada pukul 02.00 Wita dini hari, Jumat (2/6/2017).
Sementara potongan tubuh lain jasad korban masih dalam proses pencarian.
"Kondisi sungai cukup dalam dan keruh. Dan, keberadaan buaya di sini sudah tidak asing lagi bagi penduduk setempat. Tapi baru kali ini memangsa manusia," kata Kapten Inf Waskito, Danramil Walenrang yang mencari potongan tubuh korban.
4. Tiga buaya, satu di antaranya berukuran 6 meter!
Tragis yang dialami Ibrahim (24), warga Dusun Sakatiga Desa Santan Sari Kecamatan Sembawa, hendak mengambil rumput untuk makanan sapi di pinggir rawa, korban diterkam Buaya dan diseret ke dalam rawa Desa Sakatiga, Selasa (6/6/2017) kemarin pukul 16.00 WIB sore.
Tribun Sumsel melaporkan, korban menjadi korban buaya diketahui setelah tidak pulang sampai menjelang magrib.
Ayah korban, Abdul Wahid curiga terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap anaknya itu.
Apalagi di kawasan tersebut terkenal dengan keganasan buaya rawa. Dan sudah banyak korban hilang akibat di makan buaya.
"Saya awalnya curiga dia dimakan buaya makanya saya cari bersama warga, ternyata saat di dekat rawa ditemukan rumput dan sepeda motor korban dekat rawa, saat dicari benar ada jejak-jejak bekas buaya menerkam korban," ceritanya.
Menurut cerita warga yang melakukan pencarian terhadap mayat korban, buaya yang menerkam dan memakan korban panjangnnya sekitar 6 meter dan menyerupai katak.
"Saat kami mencari, melihat ada 3 ekor buaya, salah satunya panjang sekitar 6 meter diduga yang menerkam korban," cerita Arham warga yang ikut melakukan pencarian.
5. Duel lawan buaya selama 30 menit
Nyawa Muskandi (43), hampir saja melayang.
Ayah empat anak ini berhasil mendarat di tepi kolong, setelah sekitar 30 menit bertarung melawan buaya ganas.
Bangka Pos melaporkan, peristiwa itu terjadi persis di tengah Kolong (danau) Parit 10 Dusun Cengel Desa Jurung Kecamatan Merawang Bangka, Kamis (1/12/2016).
Bak cerita masa lalu Jaka Tingkir, dalam kondisi kedua tangan penuh luka, Muskandi berusaha sekuat tenaga menggapai daratan.
Ceceran darah membaluti sekujur tubuhnya.
Langkah pria ini seketika terhenti, Muskandi pun roboh tak berdaya di pelukan sang istri, Martina di tepi kolong (danau).
Sementara, buaya yang menggigitnya, menghilang ke dasar kolong (danau).
Dibantu adik adik-kakak,dan sejumlah warga, Muskandi dievakuasi ke Rumah Sakit Arsani Sungailiat.
Ia kemudian dibawa menuju Ruang operasi (bedah) rumah sakit setempat, karena bekas gigi tajam buaya merobek daging, menembus otot dan urat gerak kedua tangannya.
Kisah perkelahian Muskandi lawan Buaya, diceritakan langsung oleh saksi mata, Martina (42), istri Muskandi (43).
Martina mengaku melihat langsung kejadian ini, dalam jarak hanya beberapa meter saja, dari bibir kolong (danau).
"Waktu itu, saya ikut suami (Muskandi) ngerobin (cari timah) dekat bibir kolong itu. Setelah habis kerja, kami membereskan peralatan mesin robin lalu menuju bibir kolong," kata Martina, kepadaBangka Pos Group, usai kejadian, Kamis (1/12/2016) petang.
Menurut Martina, suaminya, Muskandi lebih dulu menceburkan diri ke tengah kolong. Sedangkan dia, masih berdiri di tepian.
Di saat bersamaan, rupanya buaya sudah menunggu, dan langsung menyambar sang suami.
"Laki ku ngaro, minta tulong kek ku. Tin..tin..tin..tulong ku dimaken baye (suami saya berteriak minta tolong. Tina..tina tina tolong saya dimakan buaya )," kata Martina, meniru teriakan sang suami saat kejadian.
Mengetahui bahaya sedang mengancan nyawa suami, Martina ikut berteriak minta tolong agar warga datang.
Sayang, di sekitar tempat kejadian, hanya ada mereka berdua.
"Ku ge ngaro pas tekeliet kek barang to (saya ikut teriak saat melihat buaya itu)," kata Martina.
Ia menyebut pertarungan antara suami dan buaya berlangsung sekitar 30 menit, dan suaminya berhasil melepaskan diri dari gigitan buaya, dalam kondisi kedua tangan penuh luka.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.