Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

25 Anggota Komisi III Lulus Uji Ketangkasan Menembak Perbakin

K3TSC adalah klub menembak yang anggotanya mayoritas anggota Komisi III DPR RI itu didirikan 10 September 2016 oleh beberapa anggota Komisi III.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in 25 Anggota Komisi III Lulus Uji Ketangkasan Menembak Perbakin
Istimewa
Sebanyak 25 anggota Komisi III DPR RI yang tergabung dalam K3TSC (Komisi 3 Tactical Shooting Club) dinyatakan lulus mengikuti uji ketangkasan menembak dalam bidang tembak reaksi Perbakin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 25 anggota Komisi III DPR RI yang tergabung dalam K3TSC (Komisi 3 Tactical Shooting Club) dinyatakan lulus mengikuti uji ketangkasan menembak dalam bidang tembak reaksi Perbakin, Jumat (20/10).

Mereka antara lain, Masinton Pasaribu, Muslim Ayup, Aboebakar Alhabsy, Didik Mukriyanto, wakil ketua pansus hak angket KPK Taufiqulhadi dan lain-lain.

Baca: Prabowo: Jangankan Jadi Insinyur, Jadi Kuli Saja akan Kalah

Uji ketangkasan dimulai dengan ujian tertulis mengenai penggunaan senjata yang aman, akurat dan cepat.

K3TSC adalah klub menembak yang anggotanya mayoritas anggota Komisi III DPR RI itu didirikan 10 September 2016 oleh beberapa anggota Komisi III.

Sebut saja Bambang Soesatyo (FPG), Akbar Faisal (FNasdem), Adies Kadir (FPG), Sahroni (FNasdem), Risa Mariska (FPDIP), Erma S Manik (FDemokrat), Nasir Jamil (FPKS), hingga Asrul Sani (FPPP).

Para pencetus Club menembak K3TSC menceritakan bahwa tembak reaksi dulu disebut combat shooting dan dibawa pertama kali tahun 1997 ke Indonesia. Dan kini cabang menembak inilah yang sangat digemari.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Masinton dari Fraksi PDIP yang ikut uji keterampilan menembak mengatakan, seorang petembak reaksi harus siap dengan pistol di tangan dan tiga buah magazin penuh berisi peluru tertancap di holsters (semacam ikat pinggang).

Risa Marisa, yang juga dari Fraksi PDIP menceritakan kesannya seperti sedang ada penyerbuan sungguhan.. Menurutnya, pengalaman yang ia dapat cukup seru dan menegangkan.

"Dalam pertandingan tembak reaksi biasanya menggunakan simulasi atau stage seperti pada situasi sesungguhnya. Contohnya ketika sedang mengamankan dokumen atau sedang membebaskan sandera."

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas