Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Politisi PDI Perjuangan Eko Suwanto: Terorisme Tidak Hidup di Indonesia

Proklamasi 17 Agustus 1945 merupakan buah perjuangan seluruh kekuatan bangsa yang penuh semangat rela berkorban jiwa raga.

Politisi PDI Perjuangan Eko Suwanto: Terorisme Tidak Hidup di Indonesia
ISTIMEWA
Politisi PDI Perjuangan Eko Suwanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Proklamasi 17 Agustus 1945 merupakan buah perjuangan seluruh kekuatan bangsa yang penuh semangat rela berkorban jiwa raga. Kebangkitan nasional dan semangat juang, menggelora hebat didada rakyat dan setiap kekuatan pejuang saat itu mampu melawan penjajah dan meraih kemerdekaan secara mutlak pada 17 Agustus 1945.

"Pesan bahwa perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia dilakukan penuh semangat dan rela berkorban ini penting diteladani generasi masa kini dan akan datang", kata Politisi Muda PDI Perjuangan Eko Suwanto, dalam pernyataannya, Senin (21/5/2018).
Perjuangan kemerdekaan diperkuat dengan Pancasila yang menjadi dasar dan sekaligus pengikat bathin rakyat Indonesia menjadi satu kesatuan Indonesia Raya.
"Bung Karno dan para pendiri bangsa secara cerdas dan bijak melahirkan dasar negara Pancasila yang sangat indah. Pancasila sebagai ideologi dapat menjadi pengayom bagi rakyat Indonesia yang ada di lebih 17 ribu pulau, dengan ratusan etnis dan bahasa daerah. Pancasila terbukti menjadi pemersatu bangsa Indonesia", lanjut Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY.

Namun demikian perjalanan bangsa Indonesia tidak sepenuhnya mulus. Cita-cita perjuangan menuju Indonesia Adil Makmur dalam bingkai NKRI akhir-akhir ini mendapatkan ancaman dan tantangan. Selain kapitalisme, ancaman nyata yang lain adalah intoleransi, radikalisme dan terorisme.

"Terorisme merupakan ancaman serius terhadap ke Indonesiaan kita. Wajah terorisme merupakan wajah yang tidak berperikemanusiaan, wajah yang tidak menunjukkan kecintaan pada persatuan. Terorisme wajah brutal dari pihak yang membenarkan diri sendiri dan mau menangnya sendiri, wajah yang mengabaikan orang lain," katanya.

"Terorisme merupakan wajah biadab yang mematikan rasa kemanusiaan dan sekaligus mengoyak ke Indonesiaan kita. Itulah mengapa terorisme bertentangan dengan hatinya rakyat indonesia yang manusiawi dan beradab berbudaya", tegas Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan dapil Kota Yogtakarta Eko Suwanto.

Berbagai tindakan keji kaum teroris mulai dari pengeboman, pembunuhan dan tindakan brutal lainnya nyata nyata melukai hati nurani manusia Indonesia dan dunia.

"Dalam rangka menjaga kebahagiaan rakyat Indonesia maka terorisme tidak boleh tumbuh dan berkembang di Indonesia. Penegakan hukum, pemberantasan dan pembasmian paham intolerasi, radikalisme dan terorisme harus diiringi pendidikan yang baik. Kita harus bentengi anak anak bangsa dari bahaya terorisme," tegas Eko.

Penegakan hukum harus diiringi pembangunan mental dalam pemanfaatan, penggunaan sosmed yang waras. Kita dukung Pemerintah lakukan literasi medsos waras, patroli media dan penegakan hukum. Khusus tentang RUU Terorisme, kita dukung Presiden Jokowi segera menyelesaikan. Ayo rakyat Indonesia bersatu padu menjaga Indonesia dari ancaman terorisme," pungkas alumni MEP UGM ini lagi.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Rachmat Hidayat
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas