Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

HNW: Kemerdekaan Indonesia Erat dengan Semangat Keislaman

Jika melihat kelima sila dalam Pancasila, maka akan terlihat adanya penggunaan istilah-istilah yang sebenarnya akrab dengan nilai-nilai keislaman.

Editor: Hasanudin Aco
zoom-in HNW: Kemerdekaan Indonesia Erat dengan Semangat Keislaman
Ist/Tribunnews.com
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid (HNW) dalam sosialisasi empat pilar yang dihadiri para pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Aula Majlis Ta'lim Al Amin Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (9/6/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia merdeka tidak terlepas dari jasa para ulama, maka tidak heran jika dalam pembukaan UUD1945 dikatakan bahwa kemerdekaan atas berkat rahmat Allah.

Oleh karena itu, sudah sewajarnya Negara Kesatuan Republik Indonesia ini harus terus dijaga.

Hal itu disampaikan wakil ketua MPR RI Hidayat Nurwahid (HNW) dalam sosialisasi empat pilar yang dihadiri para pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Aula Majlis Ta'lim Al Amin Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (9/6/2018).

Bahkan menurut HNW, para founding father memproklamirkan hari kemerdekaan Indonesia di saat momen tepat yang menghadirkan rahmat Allah, yaitu di bulan Ramadhan.

"Ramadhan itu pada sepuluh hari pertama adalah Rahmat, sepuluh hari kedua adalah maghfirah, dan sepuluh hari terakhir adalah terhindar dari api neraka. Dan kemerdekaan Indonesia terjadi pada 9 Ramadhan, saat fase rahmat," terangnya.

HNW menambahkan, bahwa semangat keislaman juga muncul ketika membahas tentang Pancasila. Mengingat saat itu ditegaskan pada sila pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Jadi dalam mendirikan negara Indonesia, semangatnya tidak terlepas dari keislaman yang mengutamakan persatuan dan tidak diskriminatif," katanya.

Berita Rekomendasi

Bahkan menurut HNW, jika melihat kelima sila dalam Pancasila, maka akan terlihat adanya penggunaan istilah-istilah yang sebenarnya akrab dengan nilai-nilai keislaman.

Seperti ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang beradab, persatuan, musyawarah, dan keadilan.

"Seharusnya Indonesia telah menjadi negeri baldatun thayyibatun wa rabbun Ghafur, jika Pancasila ini dipahami dan dilaksanakan dengan baik dan benar," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas