Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pilgub Jawa Barat

SMRC Bandingkan Melejitnya Suara Sudrajat-Syaikhu dengan Rieke-Teten

Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menjelaskan melejitnya suara Sudrajat-Syaikhu

SMRC Bandingkan Melejitnya Suara Sudrajat-Syaikhu dengan Rieke-Teten
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Wartawan KompasTv mencatat hasil hitung cepat sementara perolehan suara Pilgub Jabar 2018 dari layar televisi yang dipajang di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat, Jalan Garut, Kota Bandung, Jumat (29/6/2018). Hasil hitung cepat KPU Jabar berdasarkan suara yang masuk pada Jumat (29/6/2018) hingga pukul 15.15 WIB sudah mencapai 92,30 persen dari 74.962 TPS. Pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) memperoleh 6.743.430 suara (33,15 persen), menyusul pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) dengan 5.769.450 suara (28.37 persen), Pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (2DM) memperoleh 5.263.214 suara (25,88 persen), dan di posisi terakhir pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) mendapatkan 2.563.089 suara (12,60 persen). (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menjelaskan melejitnya suara Sudrajat-Syaikhu saat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat.

SMRC membandingkan kejadian tersebut dengan apa yang terjadi kepada Rieke-Teten saat Pilgub 2013 lalu.

"Fenomena ini sebetulnya bukan baru. Di 2013, Jawa Barat hal yang sama terjadi, pasangan Rieke-Teten itu pada SMRC Maret memperoleh 11,2 persen. Tapi di hari H mereka nomor 2 dengan persentase 29 koma sekian persen," kata Direktur Eksekutif SMRC, Djayadi Hanan dalam diskusi Polemik di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (30/6/2018).

Dia juga menjelaskan elektabilitas Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar saat survei 5 tahun lalu masih di bawah Dede Yusuf-Lex Laksamana. Tetapi hasil akhir dimenangkan oleg Aher-Deddy.

"Aher waktu itu masih sedikit kalah dengan Dede Yusuf pada 2 minggu menjelang pencoblosan. Pada akhirnya Aher nomor 1 selisihnya sedikit dan nomor 3 Rieke-Teten dan ditentukan quick count," ujar Djayadi

Sebelumnya, Sudrajat-Syaikhu mendapatkan elektabilitas cukup rendah dalam berbagai survei. Posisinyan di bawah Ridwan Kamin-Uu Ruzhanul dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

Namun dalam perhitungan cepat setelah pemungutan suara, Sudrajat-Syaikhu menempati posisi kedua di bawah Ridwan-Uu Ruzhanul.

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas