PPP Dorong Sosok Berlatar Belakang Santri Jadi Cawapres Jokowi
PPP berpendapat untuk menyelesaikan permasalahan bangsa akan teratasi apabila dua kekuatan bersatu, yaitu nasionalis dan santri.
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai partai politik pengusung Presiden petahana Joko Widodo dalam Pilpres 2019 mengajukan nama bakal calon wakil presiden.
Bakal cawapres yang diajukan berlatarbelakang santri.
Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Umum PPP, Arwani Thomafi.
Dia menjelaskan, PPP berpendapat untuk menyelesaikan permasalahan bangsa akan teratasi apabila dua kekuatan bersatu, yaitu nasionalis dan santri.
Baca: Din Syamsuddin Ragukan Hasil Penelitian yang Menyebut 41 Masjid Terpapar Radikalisme
"Ini sudah teruji berkali-kali dalam sejarah kepemimpinan bangsa ini. Jadi, kami dorong bersatunya sosok yang mewakili kelompok nasionalis dan santri," ujar Arwani, dalam sesi diskusi Evaluasi Pilkada 2018: Masihkah Isu SARA Bermain di Pemilu/Pilpres 2019?, di Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018).
Untuk menentukan siapa calon wakil presiden pendamping Jokowi, kata dia, partai politik pengusung melakukan musyawarah.
Baca: Ditjen PAS: Ahok Belum Dipastikan Akan Bebas Bersyarat Pada Bulan Agustus
Menurut dia, partai politik kompak, solid, dan tidak sampai ada ketegangan apapun.
"Santai tetapi serius, masing-masing partai sampaikan pendapatnya barangkali juga masing-masing parpol mempunyai jago masing-masing. Nanti dimusyawarahkan siapa yang terbaik dan tentu Pak Jokowi juga steg dan nyambung dengan dia. Ditunggu saja," kata dia.
Namun, apabila nantinya cawapres yang diusung tidak sesuai kriteria yang diajukan partai berlambang kakbah itu, dia mengaku tidak mempermasalahkan.
Baca: Demokrat: TGB Offside, Sanksinya Teguran Ringan
Dia menghormati pilihan Jokowi.
"Jika ada partai lain yang usul beda kami hormati. Kalau keputusan apa saya belum tahu. PPP ikuti apa hasil musyawarah parpol dengan Pak Jokowi. Kami ikhlas. Kami ikuti hasil musyawarah," katanya.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.