Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gerindra Koalisi dengan Demokrat, Hanura: Ini Hasil 'Jurus Mabuk' Prabowo

Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah angkat bicara terkait kesepakatan koalisi antara Gerindra dan Demokrat pada Pemilihan Presiden 2019.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Sanusi
zoom-in Gerindra Koalisi dengan Demokrat, Hanura: Ini Hasil 'Jurus Mabuk' Prabowo
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) sebelum melakukan pertemuan tertutup di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018). Partai Demokrat resmi berkoalisi dengan Partai Gerindra dalam Pilpres 2019. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah angkat bicara terkait kesepakatan koalisi antara Gerindra dan Demokrat pada Pemilihan Presiden 2019.

Menurut Inas koalisi tersebut merupakan hasil dari jurus mabuk Prabowo Subianto.

"Deal sana, deal sini, itulah jurus mabuk Prabowo," ujar Inas kepada wartawan, Senin, (30/7/2018).

Pasalnya menurut Inas, Prabowo awalnya akan berkoalisi bersama PKS dengan menempatkan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri sebagai wakilnya.

Prabowo kemudian berkoalisi dengan alumni 212 untuk mengusung Ustaz Abdul somad sebagai Cawapres. Namun, kini peta tersebut berubah setelah Gerindra sepakat berkoalisi dengan Demokrat.

"Sekarang deal lagi dengan SBY yang kayaknya akan mengusung Prabowo dengan Cawapres AHY," katanya.

Menurut Inas jurus Mabuk tersebut merupakan bentuk kebingungan Prabowo dalam menjalin koalisi. Pasalnya, Prabowo menginginkan Cawapres yang bisa mendongkrak elektabilitasnya yang tertinggal dari Joko Widodo (Jokowi) .

Rekomendasi Untuk Anda

"Jurus mabuk ini bukan karena langkah dia terukur melainkan orang yang sedang bingung dan gamang tentang siapa pasangan cawapres yang benar-benar bisa mengangkat elektabelitasnya untuk menyaingi Jokowi," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas