Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Terungkap Isyarat Kepergian Soeharto, Begini Ceritanya dari Siti Hardiyanti Rukmana

Berdasarkan informasi yang diterima TribunJakarta.com, haul Soeharto akan jatuh tiap tanggal 18 Muharam. Sang anak bagikan kisahnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Terungkap Isyarat Kepergian Soeharto, Begini Ceritanya dari Siti Hardiyanti Rukmana
www.tututsoeharto.id
Soeharto saat di rumah sakit bersama keluarga 

TRIBUNJAKARTA.COM - Jelang penyelenggaran haul Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto pada 28 September mendatang, Tutut mengungkapkan isyarat kepergian sang ayah pada 10 tahun lalu.

Diketahui, Soeharto meninggal dunia pada 27 Januari 2008 atau 18 Muharam 1429 Hijriah.

Berdasarkan informasi yang diterima TribunJakarta.com, haul Soeharto akan jatuh tiap tanggal 18 Muharam.

Jika dihitung berdasarkan penanggalan kalender Islam, maka haul yang akan diselenggarakan esok hari merupakan haul ke-11.

Tutut mengatakan dalam postingan Instagramnya dan website pribadinya, terkait detiK-detik Soeharto meninggalkan keluarga dan dunia untuk selamanya.

Tutut mengisahkan sehari menjelang Soehato wafat, ayahanda memanggil dirinya.

“Wuk, Tutut, sini kamu deket bapak," ungkap Soeharto kala itu.

Rekomendasi Untuk Anda

“Dalem bapak. Bapak ngersaaken menopo. (menginginkan apa),” Tutut mendekat.

“Ora (tidak)… Bapak mau bicara. Dengarkan baik-baik,” imbuh Soeharto.

“Ada apa tho bapak,” jawab Tutut.

Tutut yang merupakan anak sulung Soeharto mendapatkan sebuah isyarat ketika berbicara dengan ayahanda.

Baca selengkapnya di sini

Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas