Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus First Travel

Penjelasan Mahkamah Agung Setelah Menerima Perwakilan Calon Jemaah Umrah First Travel

Sejumlah jemaah First Travel menggruduk kantor Mahkamah Agung (MA), Jumat (30/11/2018) siang.

Penjelasan Mahkamah Agung Setelah Menerima Perwakilan Calon Jemaah Umrah First Travel
Rina Ayu
Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung (MA) Abdullah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Nurcholis Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah jemaah First Travel menggruduk kantor Mahkamah Agung (MA), Jumat (30/11/2018) siang.

Sekitar 20 perwakilan jemaah diterima perwakilan MA yang diwakil Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung (MA), Abdullah.

Sekitar satu jam calon jemaah umrah korban First Travel mencurahkan semua permasalah yang selama ini dialami kepada Abdullah.

Baca: Pemuda Tewas Bakar Diri di Sekolah, Dilakukan setelah Bantu Ibu Jualan Pecel Lele di Tangerang

Usai menerima para calon jemaah, Abdullah menjelaskan kasus First Travel yang sedang diadili sekarang masuk dalam ranah perkara pidana.

Sedangkan soal kepemilikan aset jemaah First Travel masuk dalam ranah perkara perdata.

Sehingga jemaah yang menginginkan asetnya kembali harus melalui proses hukum perdata.

"Pada dasarnya dalam putusan perkara pidana itu tidak semua itu dirampas, tidak semua," ujar Abdullah.

Baca: Pemuda Tewas Bakar Diri di Sekolah, Dilakukan setelah Bantu Ibu Jualan Pecel Lele di Tangerang

"Tetapi hanya barang bukti yang dilakukan untuk melakukan kejahatan atau terkait dengan kejahatan itu saja yang dirampas, selebihnya itu akan dikembalikan kepada dari mana barang itu disita," sambungnya.

Menurut Abdullah kasus tersebut sudah diputus di Pengadilan Negeri Depok, serta sudah mengajukan kasasi di MA, dan melalui perwakilan kuasa hukum juga telah mengajukan gugatan Proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) ke Pengadilan Niaga.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Yanuar Nurcholis Majid
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas