Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Megawati Sindir Kader Karbitan: Jadi Kader Pada Saat Pemilu

Mega menyebut, ada sejumlah kader yang usai kalah atau tidak masuk dalam daftar caleg PDIP lalu pindah ke partai lain.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Megawati Sindir Kader Karbitan: Jadi Kader Pada Saat Pemilu
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat sambutannya di acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 PDI Perjuangan dengan tema 'Persatuan Indonesia Membumikan Pancasila' di di Hall Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (10/1/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyindir para kader partainya yang tak solid.

Mega menyebut, ada sejumlah kader yang usai kalah atau tidak masuk dalam daftar caleg PDIP lalu pindah ke partai lain.

Hal itu disampaikan Megawati dalam sambutannya di acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 PDI Perjuangan dengan tema 'Persatuan Indonesia Membumikan Pancasila' di di Hall Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (10/1/2019).

"Saya tidak ingin diisi dengan kader karbitan. Orang yang mendadak kader karbitan atau mendadak kader pada saat pemilu saja," kata Megawati.

Presiden RI ke-5 ini mengatakan, saat ini ada fenomena pragmatisme politik.

Baca: MoU dengan 4 Lembaga, Kapolri: Keamanan Pariwisata Jadi Atensi Polri

Beberapa politisi maju di tingkat legislatif, eksekutif karena direkomendasikan dari partai.

"Namun, saat terpilih karena hasrat untuk naik ke tingkat kekuasaan, atau motif mengamankan diri lantas pindah ke partai lain," jelas Mega.

Rekomendasi Untuk Anda

Megawati tak menampik ada kader yang berprilaku serupa.

Baca: Ariel Noah Berpura-pura Tak Kenal Saat Ditelepon, Luna Maya Emosi: Gua Tabok Juga Lu!

Meski begitu, ia tak mempedulikannya. Sebab, kader seperti itu akan tersingkir dengan sendirinya.

"Saya selalu mengibaratkan sebagai seleksi alam ideologi. Seleksi ideologi agar memilah mana kader dan mana bukan kader. Siapa yang lebih mementingkan diri dan kelompoknya sudah pasti mengalami seleksi ideologi," ucap Megawati.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas