Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Sejumlah Teror yang Dialami Pimpinan, Penyidik, dan Pegawai KPK

botol berisi spirtus dengan sumbu, mirip bom molotov, ditemukan di depan garasi sebuah rumah di Jalan Kalibata Selatan No 42C, Kalibata, Pancoraan

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Sejumlah Teror yang Dialami Pimpinan, Penyidik, dan Pegawai KPK
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Matahari belum penuh menampakkan wajahnya ketika botol berisi spirtus dengan sumbu, mirip bom molotov, ditemukan di depan garasi sebuah rumah di Jalan Kalibata Selatan No 42C, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.

Jam masih menunjukkan pukul 05.30 WIB, Rabu (9/1/2019).

Rumah tersebut diketahui milik Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif.

Setelah dicek melalui CCTV, rupanya, sekitar pukul 01.00 WIB, ada orang mencurigakan beraktivitas di depan rumah Laode Muhammad Syarif.

Tak hanya itu, teror juga dialami Ketua KPK Agus Rahardjo pada hari yang sama.

Sebuah benda seperti bom rakitan jenis high explosive ditemukan di rumahnya di Graha Indah, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat.

Rekomendasi Untuk Anda

Belakangan polisi menyebutnya benda tersebut sebagai bom palsu.

Kedua pimpinan lembaga antikorupsi tersebut mendapat teror dari oknum yang hingga kini masih dicari kepolisian.

Teror yang menimpa dua pimpinan lembaga antikorupsi itu bukan yang pertama kalinya terjadi.

Berikut ini, teror-teror yang dialami Pimpinan dan Penyidik KPK:

1. Teror Air Keras Novel Baswedan

Selasa, 11 April 2017, lepas subuh, Novel yang sedang berjalan kaki sendirian dari masjid di kompleks rumahnya, menjadi target penyerangan. Dua orang yang berboncengan sepeda motor menyiramkan air keras ke wajahnya. Cairan asam pekat tersebut mengenai bagian mata.

Sakitnya bukan kepalang. Menurut Novel, rasanya seperti bola mata dicabut paksa dari akarnya. Operasi demi operasi dijalani hingga ke Singapura. Namun, baru mata kanannya yang pulih.

Peristiwa itu membekas dalam diri Novel Baswedan, secara fisik juga psikis.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas