Tribun

Keselamatan Kerja

Pelatihan P3K Sangat Penting untuk Korban Kecelakaan

Indonesia miliki kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi. Menurut data Kepolisian Indonesia, kecelakaan lalu lintas 61% karena faktor manusia, 9% kar

BizzInsight
zoom-in Pelatihan P3K Sangat Penting untuk Korban Kecelakaan
Tribun Batam
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas 

TRIBUNNEWS.COM - Indonesia miliki kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi. Menurut data Kepolisian Indonesia, kecelakaan lalu lintas 61% karena faktor manusia, 9% karena kendaraan, dan 30% disebabkan oleh faktor prasarana dan lingkungan. Bahkan, kepolisian mencatat jumlah kecelakaaan di periode Januari hingga November 2018, sebanyak 5400 kecelakaan terjadi dan 524 kecelakaan merenggut korban jiwa.

Tidak dapat dipungkiri, besarnya angka korban kecelakaan karena masih banyak pengguna kendaraan bermotor lalai untuk memperhatikan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Sebagai contoh sederhananya, banyak pengendara yang tidak menggunakan helm, melawan arus, tidak menggunakan sabuk pengaman, dan pelanggaran lainnya. Tidak hanya itu, kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh manusia juga dipengaruhi oleh kondisi fisik, mental, sikap berkendara, dan keterampilan mengemudi yang buruk.

Tidak hanya itu, kecelakaan lalu lintas juga dapat berujung pada kemiskinan sistemik jika korban adalah tulang punggung keluarga.

Berkaitan dengan fenomena tersebut, GOJEK sebagai penyedia layanan on-demend terdepan di Indonesia berinisiatif mengadakan program Bengkel Belajar Mitra (BBM) dengan tema pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) terhadap mitra driver.

Sebelumnya, program BBM sudah mengadakan pelatihan wirausaha, manajemen keuangan, bahasa Inggris, dan kali ini P3K.

“Di BBM kali ini tema P3K dipilih karena kami menyadari bahwa mitra driver yang berkerja di jalan raya seringkali menjadi garda pertama penolong jika ada kecelakaan lalu lintas. Inisiatif mitra driver yang mulia untuk membantu masyarakat tersebut, kami apresiasi dengan membekali mereka pelatihan P3K,” ujar, Head of Regional Corporate Affairs GOJEK, Wildan Kesuma, saat ditemui wartawan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Untuk memberikan pelatihan tersebut, perusahaan yang didirikan sejak 2010 oleh Nadiem Makarim berkolaborasi dengan perusahaan SIAGA yang bergerak dalam bidang penyedia jasa pelatihan medis serta pertolongan pertama (P3K).

Menurut Director of Siaga, Ivan Muliadi, “Tingkat kesadaran masyarakat masih sangat kurang untuk melakukan pertolongan pertama.”

Ivan juga menambahkan, kesalahan pertolongan pertama terhadap korban kecelakaan sering kali berdampak fatal bagi korban. Kehilangan nyawa dan kerusakan tubuh permanen sering terjadi karena kesalahan pada pertolongan pertama. Oleh sebab itu, ia memberikan materi untuk mitra driver agar mengenali pertolongan pertama yang harus dilakukan ketika terjadi kecelakaan.

“Pertolongan bisa dengan berbagai macam cara, mulai telepon ambulance di 119, membantu mengatur lalu lintas, dan penanganan khusus,” ujar Ivan saat memberikan materi di BBM, Jakarta, Selasa (23/1/2019).

Mitra yang hadir di pelatihan tersebut juga mendapatkan pembekalan ilmu mengenai penggunaan teknik resusitasi jatung dan paru (CPR) dengan konsep 30:2 for life. CPR sangat penting dilakukan untuk melakukan pertolongan pertama karena akan meningkatkan peluang bertahan hidup bagi korban kecelakaan.

Bukan teknik CPR saja yang didapatkan, mitra driver juga mendapatkan mengenai teknik pertolongan pertama untuk roda dua, mulai dari melepas helm kecelakaan hingga penanganan untuk luka berdarah.

Gojek P3k
Teknik pelepasan helm korban kecelakaan

“Jika ingin lepaskan helm dibutuhkan 2 orang, satu orang memegang leher (korban) dan yang satu melepaskan helm (korban) dengan perlahan, sebisa mungkin posisi leher tidak berubah, jika berubah akan berdampak fatal,” ujar Ivan.

Untuk kendaraan roda empat, mitra juga mendapatkan ilmu mengenai penyelamatan diri saat mengalami kecelakaan lalu lintas.

“Hal pertama yang harus dilakukan adalah menjaga ketenangan, lalu kita bisa memanfaatkan benda-benda di dalam mobil untuk memecahkan kaca, seperti headrest dan hak sepatu wanita. Incar bagian sisinya karena mudah untuk dipecahkan,” kata Ivan.

Setelah mendapatkan berbagai macam ilmu mengenai pertolongan pertama, mitra yang hadir di acara tersebut juga mendapat kotak P3K. Pemberian kotak P3K tersebut bertujuan untuk dimanfaatkan oleh masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan pertama.  

Diharapkan, mitra yang sudah mendapatkan ilmu mengenai P3K dapat menularkan ilmunya ke teman-teman mitra lainnya. “Melalui pelatihan ini, kami berharap para mitra driver bisa memahami bagaimana bertindak bila ada bencana atau kecelakaan sehingga risiko bisa dikurangi,” tutup Head of Corporate Affairs GOJEK, Wildan Kesuma.

BBM merupakan salah satu bentuk tindakan nyata kepedulian GOJEK terhadap kesejahteraan mitra driver. Melalui BBM, GOJEK menghadirkan praktisi handal di bidangnya masing-masing untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan para mitra driver GOJEK. Harapannya, dengan rangkaian kegiatan BBM, mitra driver GOJEK mempunyai andil yang semakin besar untuk memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Kedepannya BBM akan dilaksanakan dalam skala yang lebih besar dan akan terus menghadirkan topik-topik yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra.

Penulis: Dea Duta Aulia

Ikuti kami di
© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas