Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Viral Video Penghuni Nusakambangan Bebas Gunakan Handphone hingga Upload Video ke Youtube

Dalam video itu, terlihat bebasnya kehidupan para narapidana yang tengah menjalani hukuman dengan melakukan berbagai aktivitas.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Gita Irawan
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Viral Video Penghuni Nusakambangan Bebas Gunakan Handphone hingga Upload Video ke Youtube
Ist
Sebuah video beredar diduga kehidupan para narapidana, diduga di dalam Lapas Nusakambangan, viral di sosial media. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebuah video kehidupan para narapidana didalam Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Nusakambangan, Cilacap, viral di sosial media.

Dalam video itu, terlihat bebasnya kehidupan para narapidana yang tengah menjalani hukuman dengan melakukan berbagai aktivitas.

Telrihat jelas sejumlah napi sedang  sibuk bermain kartu.

Ada juga  penghuni yang merekam aktivitas di kamar yang mereka huni.

Dengan menggunakan sebuah telepon seluler, ia bisa mengabadikan apa yang terjadi dibalik jeruji besi itu.

Bahkan, video ini direkam serta diupload ke akun Youtube, yang diduga milik penghuni.

Rekomendasi Untuk Anda

Video tersebut, memperlihatkan betapa bebasnya penggunaan handphone di lapas Nusakambangan yang notabenenya adalah Lapas yang bebas dari penggunaan barang terlarang termasuk telepon seluler.

Padahal, untuk mengunjungi napi, pengunjung harus melewati sejumlah pemeriksaan yang super ketat oleh petugas pemasyarakatan yang berada di pelabuhan.

Namun anehnya kisah yang digembar-gemborkan oleh pimpinan pemasyarakatan tidak semuanya benar terkait lapas nusakambangan zero Halinar.

Sebelumnya juga Dirjen Pemasyarakatan kementerian hukum dan HAM, Sri Puguh Utami menyebut, sampai saat ini pihaknya sudah melakukan revitalisasi lapas Nusakambangan yang dilakukan selama delapan bulan belakangan ini.

"Sudah dilaksanakan baru di lapas Nusakambangan, karena revitalisasi membutuhkan sumber daya dukungan yang tidak sedikit," katanya, kala itu.

Menurutnya, revitalisasi yang dilakukan di lapas Nusakambangan, sudah kita lakukan dengan proses pembinaan yang bertahap. Saat ini, pihaknya juga terus melakukan kajian karena butuh instrumen yang benar.

"Karena yang kita tangani adalah manusia yang konsepsinya mereka harus lebih baik dan berubah, lebih produktif," ujarnya.

Ketika disinggung apakah pencapaian revitalisasi itu mencapai target, Utami mengaku tak ada target. Pasalnya, hal itu akan tetap berjalan dan tidak hanya sampai di bulan delapan mendatang seperti apa yang pernah ia sampaikan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas