Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fahri Hamzah Minta KPU Jangan Tutupi Persoalan Data DPT yang Invalid

Tidak ada cara lain bagi KPU menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menjelaskan atau membuka kepada masyarakat akar permasalahannya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Fahri Hamzah Minta KPU Jangan Tutupi Persoalan Data DPT yang Invalid
Chaerul Umam/Tribunnews.com
Fahri Hamzah. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan 103 Warga Negara Asing (WNA) yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) merupakan bagian dari 15 juta DPT invalid di Pemilu 2019.

"Prinsipnya adalah itu bagian dari data invalid yang total jumlahnya sekitar 15 juta atau 8 hingga 10 persen dan ini bahkan berkembang jumlah invalid ini. Jadi disitu ada data orang gila, orang aneh, orang berusia ratusan tahun, data orang dibawah umur karena itu banyak," katanya saat dihubungi, Rabu (6/3/2019).

Baca: Pengamat Nilai Penyelenggara Pemilu Berada di Jalan yang Benar, Tetapi Kritisi soal DPT

Oleh karena itu menurut Fahri Hamzah, tidak ada cara lain bagi KPU menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menjelaskan atau membuka kepada masyarakat akar permasalahannya.

Sehingga, lanjut Fahri Hamzah, kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara dan penyelenggaraan Pemilu tumbuh.

"Cara membangun kepercayaan publik, bukan dengan cara tertutup dengan cara mendisclose tapi harus dengan membuka apa inti masalahnya dan bagaima hadapi masalahnya. Jangan dibalik-balik, kita suka menganggap reputasi kelembagaan negara didapatkan dengan cara menutupi,"katanya.

Baca: Jusuf Kalla Nilai Ada Kesalahan Administrasi WNA Bisa Masuk DPT

Terakhir menurut Fahri Hamzah, KPU harus segera menyelesaikan masalah DPT tersebut karena pelaksanaan pemungutan suara kurang dari dua bulan lagi.

Rekomendasi Untuk Anda

"KPU harus terbuka dan transparan, akui kalau ada masalah, ajak semua menyelesaikan kalau ada masalah," tutur Fahri Hamzah.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas