Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Haji 2019, Progres Penyediaan Layanan Akomodasi Jemaah Indonesia di Saudi Telah Capai 50 Persen

Sekjen Kementerian Agama M Nur Kholis Setiawan menerangkan, total kebutuhan akomodasi haji di Makkah mencapai 210.697 kapasitas.

Haji 2019, Progres Penyediaan Layanan Akomodasi Jemaah Indonesia di Saudi Telah Capai 50 Persen
Tribun Timur/Muh Abdiwan
Sejumlah penjemput melambaikan tangan saat jemaah haji kelompok terbang (kloter) pertama tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (7/9/2017). Sebanyak 454 haji ditambah seorang haji yang meninggal dalam perjalanan kloter pertama debarkasi Makassar tiba setelah usai menunaikan ibadah haji. TRIBUN TIMUR/MUH ABDIWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Progres penyediaan layanan akomodasi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi sudah mencapai 50%.

Sekjen Kementerian Agama M Nur Kholis Setiawan menerangkan, total kebutuhan akomodasi haji di Makkah mencapai 210.697 kapasitas.

Kebutuhan ini mencakup 204.000 jemaah, petugas kloter, non kloter, sisa penempatan, dan cadangan. Sedangkan kebutuhan akomodasi di Madinah berjumlah 209.967 kapasitas.

"Proses penyediaan, utamanya terkait layanan akomodasi jemaah haji di Arab Saudi, dalam rentang sebulan ini alhamdulillah sudah mencapai 50%. Ini baru sebulan. Saya optimis target akan segera terpenuhi tepat waktu,” tutur dia, dalam keterangannya, Selasa (12/3/2019).

Baca: Pemerintah Saudi Larang Penggunaan Istilah Wisata Religi untuk Haji dan Umrah

M Nur Kholis menambahkan, penempatan akomodasi jemaah haji di Makkah tahun ini akan menggunakan skema baru.

Jemaah akan ditempatkan berdasarkan pengelompokan asal daerah pada wilayah atau zona tertentu, agar mempermudah pengawasan pelayanan, serta meminimalisir munculnya permasalahan karena adanya perbedaan budaya dan kendala bahasa.

“Penerapan metode tersebut tentu akan dapat diikuti dengan penyesuaian pelayanan katering jemaah yang diharapkan akan semakin mudah pengkondisiannya dengan menyesuaian citarasa sesuai dengan selera daerah masing-masing,” jelasnya.

Sementara progres penyediaan layanan katering telah memasuki proses peninjauan secara langsung ke lapangan, guna memastikan kesiapan dapur perusahaan yang telah mengajukan penawaran.

“Ini adalah tahapan kelima, setelah pengumuman pengadaan, penerimaan pendaftaran, Aanwijzing, serta pengajuan penawaran dan peyerahan berkas kelengkapan administrasi,” jelas Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis.

Sedangkan untuk penyediaan layanan transportasi, masih dalam tahap penerimaan pendaftaran dari perusahaan transportasi untuk pelayanan angkutan antar kota dan shalawat.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas