Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

6 Anggota Ali Kalora Ancam Warga Minta Diberikan Beras, Garam, hingga Sepatu

Dedi menyebut mereka mengancam warga untuk memberikan sejumlah perbekalan dan kebutuhan kelompok tersebut.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in 6 Anggota Ali Kalora Ancam Warga Minta Diberikan Beras, Garam, hingga Sepatu
Ali Kalora/Kini.co.id
ALI KALORA yang diduga sebagai penerus Santoso 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan kelompok Ali Kalora terpecah menjadi dua. 

Salah satu kelompok beranggotakan enam orang, yang kemudian menyasar ke pemukiman warga di wilayah Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah

Dedi menyebut mereka mengancam warga untuk memberikan sejumlah perbekalan dan kebutuhan kelompok tersebut. Perbekalan itu mulai dari beras, garam, sepatu hingga tas. 

"Jaringan teroris tersebut sempat mengancam warga untuk minta tambahan perbekalan beras, kemudian juga meminta jerigen berisi air dan kemudian juga meminta untuk dibelikan garam, sepatu, dan tas. Karena masyarakat takut, hal tersebut dipenuhi," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (19/3/2019).

Ia menjelaskan keberadaan kelompok beranggotakan 6 orang tersebut diketahui dari informasi masyarakat pada tanggal 18 Maret 2019. 

Jenderal bintang satu itu mengatakan identitas tiga anggota kelompok tersebut dikenali oleh warga, sementara tiga lainnya tidak diketahui. 

Baca: Ramyadjie Priambodo Gunakan Uang Hasil Membobol ATM Untuk Beli Bitcoin

"Diduga atas nama G alias Anas yang membawa senjata api, G alias Naek alias Muklas, A membawa senjata api jenis revolver. Tiga lainnya DPO teroris MIT yang namanya tidak diketahui masyarakat setempat," kata dia.

Berita Rekomendasi

Lebih lanjut, ia mengatakan pergerakan Ali Kalora cs semakin terpojok oleh Satgas Tinombala. Sehingga, mereka terpecah menjadi dua kelompok dan menyasar pemukiman warga.

"Mereka akan berpindah atau istilah mereka melakukan tur, ke desa-desa yang mereka anggap bisa menerima mereka," tukasnya. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas