Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Polisi Tahan Mustofa Nahrawardaya

Dedi menjelaskan Mustofa ditahan lantaran menyebarkan foto, video dan narasi yang tidak sesuai dengan fakta melalui akun di media sosial.

Polisi Tahan Mustofa Nahrawardaya
(Fabian Januarius Kuwado)
Mustofa Nahrawardaya 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah menetapkan tersangka kasus hoax Brimob menganiaya anak dibawah umur hingga tewas dan menahan pelakunya selama 20 hari ke depan.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pelaku bernama Mustofa Nahrawardaya yang merupakan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Saat ini saudara M sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan sudah dilakukan penahanan oleh penyidik untuk dua puluh hari ke depan," ujar Dedi di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/5/2019).

Dedi menjelaskan Mustofa ditahan lantaran menyebarkan foto, video dan narasi yang tidak sesuai dengan fakta melalui akun di media sosial.

Baca: TKN Sindir Anies Baswedan Tak Bisa Bedakan Kritik, Fitnah dan Ujaran Kebencian

Baca: Jubir BPN: Mayoritas Pendukung Prabowo Menolak Pertemuan dengan Jokowi Sebelum MK Selesai

Menurutnya, narasi hoax yang dibuat yang bersangkutan dikaitkan dengan meninggalnya pemuda berusia 15 tahun yang bernama Harun.

Akibatnya, kata dia, hoax itu membuat opini masyarakat dan kegaduhan di media sosial.

"Karenanya penyidik melalui jejak digital yang ditinggalkan oleh pelaku di medsos itu, dianalisa secara l komprehensif menggunakan laboratorium forensik digital. Menemukan bahwa akun yang menyebarkan tentang konten tersebut adalah akun yang dimiliki oleh saudara M," kata dia.

Dari hasil pemeriksaan sementara, mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu juga menyebut tersangka telah mengakui perbuatannya.

Saat ini, Bareskrim Polri masih akan berusaha mendalami keterangan lebih lanjut dari tersangka.

"Keterangan lebih lanjut akan saya sampaikan, saat ini sedang didalami dulu. Yang bersangkutan dikenakan Pasal 45 huruf a yaitu pasal 28 UU ITE dan Pasal 14 ayat 1 dan 2 serta Pasal 15 UU 1 tahun 1946, ancaman hukuman di atas 5 tahun," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, cuitan akun Mustofa yang dianggap bermasalah itu diunggah pada Jumat (24/5/2019) sekitar pukul 00.26.

Dalam akun pribadinya, Mustofa menuliskan kabar duka seorang anak bernama Harun yang mati syahid.

"Innalillahi-wainnailaihi-raajiuun. Sy dikabari, anak bernama Harun (15) warga Duri Kepa, Kebon Jeruk Jakarta Barat Syahid hari ini. Semoga Almarhum ditempatkan di tempat yg terbaik disisi Allah SWT, Amiiiin YRA," tulis Mustofa.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas