Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Ketua Hipmi Bahlil Lahadalia Tidak Memikirkan Posisi Menteri Meski Jokowi Menyebutnya Cocok

Bahlil Lahadalia tidak memikirkan posisi menteri, setelah dirinya dinilai cocok oleh Presiden Joko Widodo duduk dalam kabinet kerja jilid II.

Ketua Hipmi Bahlil Lahadalia Tidak Memikirkan Posisi Menteri Meski Jokowi Menyebutnya Cocok
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) 

"Saya lihat-lihat adinda Bahlil cocok jadi menteri, saya lihat dari atas sampai bawah cocok jadi menteri," ucap Jokowi saat memberikan sambutan buka puasa bersama dengan HIPMI di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Minggu (26/5/2019).

Jokowi pun meminta para pengurus dan anggota HIPMI yang hadir tidak kaget jika nantinya Bahlil menjadi menteri.

Baca: Kondisi Terbaru Marc Marquez Jelang MotoGP Catalunya 2019

"Pinter membawa suasana, jadi kalau nanti beliau terpilih ya enggak usah kaget. Kan pas kan? Siapa yang setuju?," Ucap Jokowi yang disambut kata setuju dari para anggota HIPMI.

Saat kampanye Pilpres 2019, Bahlil menjadi salah satu pendukung pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf dan dirinya merupakan Direktur Penggalangan Pemilih Muda Tim Kampanye Nasional.

Tiga masukan

Pengusaha nasional yang tergabung dalam Kadin Indonesia memberikan tiga masukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menggenjot perekonomian Tanah Air.

Ketua Kadin Rosan Roeslani mengatakan, ada tiga masukan yang disampaikan kepada Presiden, pertama terkait mengatasi defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) dengan meningkatkan keahlian tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri.

"Ini sedikit out of the box, TKI kita kurang lebih ada 3,6 juta orang, remitansi 11 miliar dolar AS, dibanding Filipina yang hampir sama 3,5 juta orang tapi remitansinya sampai 33 miliar dolar AS. Kenapa bisa lebih tinggi? Masalahnya adalah kemampuan dari bahasa," papar Rosan seusai bertemu dengan Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Baca: Kronologi Lengkap B.I iKON Terlibat Skandal Narkoba Sampai Keluar dari iKON

Baca: Cerita Pemudik Dipukul Harga: Mie Instan 8 Porsi Dihargai Rp300 Ribu

Menurutnya, langkah pemerintah ke depan yaitu dengan mendorong program vokasi agar terjadi peningkatan remitansi dari TKI, misalnya dapat naik 10 miliar dolar AS maka hal ini dapat mengurangi CAD kurang lebih 30 miliar dolar AS.

Masukan kedua, kata Rosan, yaitu dengan mendorong pariwisata yang ada di seluruh daerah agar lebih baik lagi agar tingkat kunjungan dari wisatawan asing dapat meningkat.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani ?di acara buka puasa bersama keluarga besar Kamar Dagang dan Industri di Ballroom The Sultan & Residence Jakarta, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (24/5/2019)?.
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani di acara buka puasa bersama keluarga besar Kamar Dagang dan Industri di Ballroom The Sultan & Residence Jakarta, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (24/5/2019)?. (TRIBUNNEWS/THERESIA FELISIANI)
Halaman
123
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas