Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Para Pencari Suaka di Kebon Sirih Manfaatkan Masjid Sebagai Tempat Mandi

"Kami bisa mandi di masjid. Kalau mau charge baterai HP, kami juga bisa lakukan di masjid," kata Massoome

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Para Pencari Suaka di Kebon Sirih Manfaatkan Masjid Sebagai Tempat Mandi
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
Seorang pencari suaka tengah menggendong bayi sambil duduk di atas trotoar Jalan Kebon Sirih 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Para pencari suaka dari tiga negara, Sudan, Somalia dan Afganistan masih bertahan di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (9/7/2019) petang.

Mereka terpaksa bertahan di sana karena menunggu kejelasan nasib, bergantung pada kebijakan pemerintah ataupun dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) alias Komisioner Tinggi PBB Untuk Pengungsi.

Baca: Massoome si Pencari Suaka di Kebon Sirih : Tetap Bertahan, Entah Sampai Kapan

Selama beberapa hari menggelandang, salah satu dari pengungsi mengaku bersyukur masih bisa membersihkan diri.

Massoome (27), mengatakan sekitar sepekan ke belakang ia memanfaatkan masjid yang ada di Kementerian BUMN untuk sekedar bersih-bersih diri hingga memandikan anaknya, Zahra yang berusia 10 bulan.

Di sana pula mereka memanfaatkannya untuk mengisi ulang daya baterai telepon genggamnya.

"Kami bisa mandi di masjid. Kalau mau charge baterai HP, kami juga bisa lakukan di masjid," kata Massoome di lokasi, Selasa (9/7/2019).

Rekomendasi Untuk Anda

Katanya, mereka sangat terbantu dengan kehadiran masjid di sana.

"Biasanya kami duduk berjejer sambil charge HP, ngobrol bareng sama yang lain. Kami sangat dibantu dengan masjid yang ada di sini," imbuhnya.

Baca: Penelitian di Jepang Ungkap Perangkat WiFi Berisiko Turunkan Kesuburan Pria

Massoome bersyukur meski menggelandang, ia dan keluarga aman di Indonesia.

Sebab, di negara asalnya, Afganistan, masih dilingkupi suasana peperangan yang tak kunjung usai.

Bertahan, entah sampai kapan

 Sejak sepekan lalu, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat nampak berbeda. Banyak tenda dan terpal menghiasi tepat di depan Kementerian BUMN, pun diseberangnya, Menara Ravindo.

Menara Ravindo sendiri ternyata merupakan kantor United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) alias Komisioner Tinggi PBB Untuk Pengungsi.

Baca: Sudah Selesaikan Investigasi Kasus Penyiraman Novel Baswedan, TPF Berikan Laporan ke Kapolri

Para pencari suaka memanfaatkan trotoar Jalan Kebon Sirih
Para pencari suaka memanfaatkan trotoar Jalan Kebon Sirih (Tribunnews.com/Danang Triatmojo)

Tenda dan terpal itu adalah milik para pengungsi yang bertahan mencari suaka.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas