Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus BLBI

Yusril Sebut Putusan Kasasi Bebas Terdakwa Kasus BLBI Syafruddin Temenggung Final

Menurut Yusril, semua pihak harus menghormati dan mematuhi putusan pengadilan tersebut.

Yusril Sebut Putusan Kasasi Bebas Terdakwa Kasus BLBI Syafruddin Temenggung Final
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Terdakwa kasus Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI) Syafruddin Arsyad Tumenggung meninggalkan Rumah Tahanan (Rutan) K4 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penasihat hukum mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung, Yusril Ihza Mahendra, menilai putusan kasasi kliennya oleh Mahkamah Agung (MA) sudah bersifat final dan berkekuatan hukum tetap.

"Putusan kasasi itu final dan inkracht van gewijsde atau berkekuatan hukum tetap," kata Yusril, Selasa (9/7/2019).

Pada Selasa ini, Mahkamah Agung (MA) mengabulkan kasasi terdakwa kasus dugaan korupsi terkait Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI) Syafruddin Arsyad Temenggung.

Amar putusan itu dibacakan Kabiro Hukum dan Humas MA, Abdullah setelah majelis hakim mengadili permohonan kasasi itu.

Menurut Yusril, semua pihak harus menghormati dan mematuhi putusan pengadilan tersebut.

"Bagi saya apapun putusan pengadilan wajib kita hormati dan kita patuhi," tambahnya.

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) mengabulkan kasasi terdakwa kasus dugaan korupsi terkait Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI) Syafruddin Arsyad Temenggung.

Amar putusan itu dibacakan Kabiro Hukum dan Humas MA, Abdullah setelah majelis hakim mengadili permohonan kasasi itu.

Baca: Terdakwa Kasus BLBI Syafruddin Temenggung Resmi Bebas dari Rutan KPK

"Mengabulkan permohonan terdakwa. Melepaskan terdakwa oleh karena itu dari segala tuntutan hukum," kata Abdullah dalam konferensi pers di Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (9/7/2019).

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas