Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Reklamasi Pantai Jakarta

WALHI: Tak Ada Sejarahnya Proyek Reklamasi Bicara Lingkungan Hidup

Walhi menegaskan bahwa segala proyek yang berhubungan dengan reklamasi sama sekali tak memiliki komitmen pada lingkungan.

WALHI: Tak Ada Sejarahnya Proyek Reklamasi Bicara Lingkungan Hidup
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Diskusi di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (29/7/19). 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Wahana Lingkingan Hidup (Walhi) Tubagus Soleh Ahmadi, menegaskan bahwa segala proyek yang berhubungan dengan reklamasi sama sekali tak memiliki komitmen pada lingkungan.

Termasuk proyek reklamasi Teluk Jakarta.

Sebab proyek reklamasi sesungguhnya cuma memfasilitasi kepentingan bisnis semata.

Bahkan ia mengungkap, tak ada sejarahnya proyek reklamasi berbicara soal lingkungan hidup.

Baca: KPU dan Bawaslu Bantah Tudingan PKPI Soal Konspirasi Pemerintah dan Penyelenggara Pemilu di Papua

Baca: Putri Cempo Solo dan Gunung Pakuwojo Wonosobo Terbakar, Begini Kondisinya

Baca: Misteri Wanita Pembuang Bayi di Teluk Gong Terungkap, Ternyata Ibu Kandung

Baca: KPK Berpotensi Jerat Lippo Jadi Tersangka Korporasi Dalam Kasus Proyek Meikarta

Ia berkaca pada sejarah pemimpin Jakarta dari periode ke periode saat pertama kali Peraturan Presiden tentang Reklamasi keluar tahun 1994 hingga Anies Baswedan menjabat Gubernur DKI mengeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB) tahun 2019.

"Jadi semua gubernur sama saja, punya perannya masing-masing dalam meneruskan proyek reklamasi yang cenderung dipaksakan ini," kata Tubagus Soleh dalam diskusi di Gedung Juang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (29/7/2019).

"Dari sejarah awalnya sampai sekarang ini, proyek reklamasi hanya memfasilitasi kepentingan bisnis. Tapi mengabaikan lingkungan. Sebenarnya tak ada reklamasi bicara soal lingkungan hidup," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Haidar Alwi dari Haidar Alwi Institute menyoroti kebijakan perubahan nama tiga pulau reklamasi di teluk Jakarta.

Menurutnya perubahan nama Pulau C, D dan G jadi Kawasan Pantai Kita, Maju, dan Bersama merupakan upaya klaim kesuksesan jika pulau-pulau tersebut mampu mengalirkan pemasukan untuk APBD DKI di masa mendatang.

"Jadi kalau pulau-pulau ini sukses menyumbang pemasukan APBD DKI nanti, maka seolah yang sukses adalah Anies. Padahal dia cuman ganti nama saja," katanya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas