Lomba Penguatan BUMDesa Bersama Menuju Kawasan Perdesaan Berdaya Saing.
Lomba karya tulis ini bertujuan untuk menjaring ide, gagasan, serta kritik membangun pelaksanaan program BUMDesa Bersama
Editor: Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Salah satu upaya dalam mendorong pembangunan ekonomi kawasan perdesaan diantaranya melalui pembentukan, penguatan dan pengembangan Bumdesa Bersama.
BUMDesa Bersama adalah badan usaha yang dibentuk dalam skema kerja sama antardesa.
Pembentukan BUMDesa Bersama merupakan salah satu upaya mewadahi pelaku, aset dan kegiatan di bidang ekonomi dan/atau pelayanan umum yang dikelola oleh kerjasama antardesa, sehingga usaha desa dapat berdaya saing dengan tetap memperhatikan kepentingan desa.
Pembentukan BUMDesa Bersama selain bertujuan untuk meningkatkan perekonomian desa, mewadahi para pelaku ekonomi desa dalam usaha bersama, dan mengoptimalkan aset desa agar bermanfaat untuk kesejahteraan desa, juga untuk memotong mata rantai perdagangan yang tidak sehat dan tidak berpihak pada masyarakat desa.
Dalam peningkatan kapasitas pengelolaan BUMDesa Bersama, diperlukan masukan-masukan yang berupa opini, telaahan, kajian maupun tulisan.
Baca: Berdayakan Masyarakat Desa Subang, Ini yang Dilakukan Pertamina Hulu Energi ONJW
Untuk menampung aspirasi, opini, telaahan kebijakan, cerita sukses terkait dengan Bumdesa Bersama, Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan akan mengadakan lomba karya tulis dengan
tema Penguatan BUMDesa Bersama Menuju Kawasan Perdesaan Berdaya Saing.
"Lomba karya tulis ini bertujuan untuk menjaring ide, gagasan, serta kritik membangun
pelaksanaan program BUMDesa Bersama. Baik dari pelaku yang berkecimpung di dalamnya
hingga masyarakat umum," kata
. Tujuannya, agar dapat dirumuskan formula terbaik demi perbaikan pengelolaan BUMDesa Bersama ke depan, berbagai kisah sukses yang memompa semangat desa-desa lainnya bekerja sama untuk berkembang lebih baik," kata DR Ir Siswa Trihadi MSc selaku Plt.Direktur Kerjasama dan Pengembangan Kapasitas di Jakarta, Selasa (30/7/2019).
Baca: Peredaran Sabu 50 Kg di Madura Terungkap, Muncul Desas-desus Polisi Terlibat
Adapun, judul yang dapat diambil sebagai pokok tulisan yakni:
1. Pengembangan potensi Bumdesa Bersama sebagai lembaga ekonomi kawasan
perdesaan
2. Membangun ekonomi masyarakat melalui Bumdes Bersama
3. Membangun strategi pembangunan ekonomi bersama antara Bumdesa Bersama
Peserta Lomba Karya Tulis ini memanggil seluruh Pengurus Bumdes Bersama /
Pendamping, Perangkat, dan Penggiat desa di seluruh Indonesia serta masyarakat umum
(Mahasiswa, Aktivis, serta Jurnalis).
"Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta terbaik, disediakan insentif berupa hadiah uang
pembinaan dengan total sebesar 30 juta rupiah," katanya.
Penjurian karya tulis dilakukan oleh Dr. Ir Siswa Trihadi, M.Sc ( Direktur Permbangunan
Sarana dan Prasarana Kawasan Perdesaan sekaligus sebagai Plt. Direktur Kerjasama dan
Pengembangan Kapasitas), Mardiyah Chamim ( Ex – Wartawan Tempo ), dan Imbuh
Sulistyarini (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia).
Lomba ini dibuka sejak tanggal 23 Juli hingga batas waktu pengumpulan tulisan pada tanggal 31 Agustus 2019 mendatang.