Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Belasan Tahun Tinggal di Filipina, Said Kembali ke Indonesia Bahas Kontribusi Diaspora untuk Bangsa

Diaspora yang telah belasan tahun bermukim di Filipina, Said Zaidansyah mengatakan baru kembali ke tanah air karena saat ini ditugaskan di Jakarta.

Belasan Tahun Tinggal di Filipina, Said Kembali ke Indonesia Bahas Kontribusi Diaspora untuk Bangsa
Tribunnews.com/Fitri Wulandari
Diaspora Indonesia dari Filipina yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Indonesian Diaspora Network (IDN Global) 2017-2019, Said Zaidansyah. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Diaspora menjadi salah satu bagian penting dalam upaya percepatan pembangunan Indonesia. Keberadaan mereka bisa mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Seperti yang diharapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam salah satu visinya untuk kepemimpinan pada periode kedua, yakni pembangunan SDM.

Oleh karena itu, digelarnya pembukaan Kongres Diaspora Indonesia ke-5 (The Fifth Congress of Indonesian Diaspora) - CID5, di The Kasablanka Hall, Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (10/8/2019) ini sangat penting dalam mewujudkan pembangunan SDM yang berkualitas untuk menghadapi era revolusi industri 4.0.

Seorang diaspora yang telah belasan tahun bermukim di Filipina, Said Zaidansyah mengatakan dirinya baru kembali ke tanah air karena saat ini ditugaskan di Jakarta.

Sehingga ia kini kembali ke Indonesia setelah hampir 17 tahun merantau ke negara yang dipimpin oleh Rodrigo Duterte tersebut.

Baca: Gerindra Serius Ingin Meminang Gibran, Ketua DPC Solo: Kami akan Hubungi Mas Gibran

Baca: BREAKING NEWS: Mahasiswa UBL Tertembak Saat Sedang Makan di Kantin

"Saya di Filipina 17 tahun, (tepatnya) 16 tahun 4 bulan, saya di sana bekerja kebetulan, dan saat ini saya ditempatkan di sini, di Jakarta," ujar Said, kepada Tribunnews, saat ditemui di Bengkel Diplomasi Foreign Policy Community Indonesia, Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (5/8/2019).

Terkait dorongan Jokowi agar dibentuknya sebuah lembaga yang menjaring talenta para diaspora untuk berkontribusi pada pembangunan Indonesia, menurut Said, para diaspora tentu saja menyambut baik 'ajakan' itu.

Namun ia menilai, berkontribusi untuk Indonesia tidak selalu diartikan bahwa diaspora harus berada di Indonesia.

Karena para diaspora ini bisa membantu pemerintah melalui keberadaan mereka di luar negeri, sebagai 'jembatan' untuk terus menghubungkan Indonesia dengan dunia, termasuk terkait bisnis dan investasi.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas