Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

Cara Markus Nari Rintangi Proses Hukum Kasus Korupsi E-KTP

Markus Nari, didakwa merintangi proses hukum perkara korupsi proyek Pengadaan e KTP Tahun 2011-2012.

Cara Markus Nari Rintangi Proses Hukum Kasus Korupsi E-KTP
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP Markus Nari menjalani sidang dakwaan di Gedung Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (14/8). Mantan anggota Komisi II DPR tersebut didakwa atas kasus dugaan korupsi e-KTP yang merugikan keuangan negara sebesar Rp2,3 triliun dari total anggaran Rp5,9 triliun. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Selanjutnya Terdakwa kembali memberikan uang kepada Anton Taufik sebesar USD10,000.

Pada 17 Maret 2017 sekitar pukul 07.00 WIB, terdakwa menghubungi Anton Taufik agar datang ke rumahnya.

Pada pertemuan itu, terdakwa kembali menanyakan mengapa namanya disebut dalam BAP atas nama Miryam S Haryani dengan mengatakan, “Bagaimana itu?” kemudian Anton Taufik menjawab, “Bahaya ini bisa masuk...”, artinya bisa menjadi tersangka.

"Selanjutnya Anton Taufik membaca kembali dan menandai dengan stabilo warna kuning tulisan nama “Markus Nari” dan nominal uang yang diterima “Markus Nari” terkait proyek KTP Elektronik yang tercantum dalam BAP atas nama Miryam S.Haryani, kemudian Terdakwa menandai tulisan yang distabilo tersebut dengan tulisan “dicabut”," kata JPU pada KPK.

Selanjutnya, terdakwa meminta Anton Taufik membujuk Miryam S Haryani agar tidak menyebut nama terdakwa di sidang pengadilan oleh karenanya terdakwa meminta Anton Taufik mengantarkan BAP atas nama Miryam S Haryani yang sudah distabilo dan ditulis “dicabut” tersebut kepada Elza Syarief.

Pada 17 Maret 2017 sekitar pukul 14.00 WIB, terdakwa menemui Miryam S Haryani di kantor PT Mata Group di Gedung Multika Mampang Prapatan– Jakarta Selatan meminta Miryam S Haryani untuk mencabut keterangan di sidang pengadilan yang menyatakan terdakwa menerima sejumlah uang dalam perkara KTP Elektronik, dengan kompensasi terdakwa akan menjamin keluarga Miryam S Haryani.

Pada 17 Maret 2017 sekitar pukul 15.00 WIB, Miryam S Haryani menemui Elza Syarief di Kantor Pengacara Elza Syarief, dengan tujuan berkonsultasi terkait materi keterangan di BAP.

Kemudian sekitar pukul 17.00 WIB, Anton Tofik menemui Elza Syarief di kantornya, yang mana pada saat itu sudah ada Miryam S. Haryani.

Pada pertemuan tersebut, Miryam S. Haryani seketika menanyakan kepada Anton Tofik, “Mana BAP saya?” Kemudian Anton Tofik menyerahkan fotokopi BAP atas nama Miryam S Haryani yang sudah ditandai dengan stabilo kuning dan ditulis “dicabut” tersebut.

Pada pukul 18.00 WIB, Anton Taufik menghubungi terdakwa melaporkan telah menyerahkan fotokopi BAP atas nama Miryam S Haryani tersebut.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Korupsi KTP Elektronik

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas