Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pemindahan Ibu Kota Negara

Alasan Gerindra Usulkan Jonggol Ibu Kota Baru

Fadli Zon mengatakan bahwa alasan memilih Jonggol karena pemindahan relatif lebih mudah. Lokasi Jonggol tidak terlalu jauh dengan Jakarta.

Alasan Gerindra Usulkan Jonggol Ibu Kota Baru
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (1/5/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Gerindra tetap berharap bahwa ibu kota baru berada di Jonggol, Bogor Jawa Barat, meski Presiden Joko Widodo ( Jokowi) telah memutuskan dua Kabupaten di Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Baru Indonesia, yakni Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.

Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengatakan bahwa alasan memilih Jonggol karena pemindahan relatif lebih mudah. Lokasi Jonggol tidak terlalu jauh dengan Jakarta.

"Kalau Jonggol itu split capital, lebih mudah. infrastrukturnya tidak terlalu sulit, jalan sudah ada. lahan masih ada. nah kalau split capital itu lebih mudah," kata Fadli di Komples Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (28/7/2019).

Baca: Aulia Sang Istri Muda Jadi Otak Pembunuhan Ayah dan Anak, Begini Nasib Istri Tua Pupung Sadili

Fadli mencotohkan negara Malaysia. Negara tetangga tersebut memindahkan ibu kota dari Kuala Lumpur ke Putra jaya, yang jaraknya kurang lebih hanya 25 Kilometer. Selain itu menurutnya negara yang memindahkannya Ibu Kotanya terlalu jauh, cenderung gagal.

"Brazilia jauh, makanya gagal kan. Memang Brazilia berhasil? saya sudah datang ke Brazilia City itu enga ada apa apa di situ. Itu ibu kota yang gagal menurut saya," tuturnya.

Oleh karenanya menurut Fadli pemindahan ibu kota harus dikaji dengan matang. Mulai dari lokasi hingga biaya. Jonggol merupakan pilihan logis dari segi lokasi dan biaya pemindahan.

Baca: Soal Polisi dan Bidan Digerebek Warga hingga Diarak, Polres Pasuruan Kota Beri Penjelasan

"Infrastruktur nya sudah ada dan bisa di gapai dengan mudah tidak memerlukan biaya yang besar itu saya kira masuk akal dan itu pun bisa bertahap, ibaratnya sambil jalan. Tapi kalau ke luar pulau itu memerlukan biaya yang besar memerlukan perencanaan yang lebih matang lagi. Memerlukan suatu kondisi ekonomi yang baik, pertumbuhan yang baik, rakyat juga mempunyai daya," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas