Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Amien Rais Tolak Pemindahan Ibu Kota, PKB: Apa yang Dilakukan Jokowi Tidak Pernah Didukung

pemindahan Ibu kota akan membawa dan membuka serta menumbuhkan ruang-ruang ekonomi baru ke Indonesia timur

Amien Rais Tolak Pemindahan Ibu Kota, PKB: Apa yang Dilakukan Jokowi Tidak Pernah Didukung
tribunnews.com/ Chaerul Umam
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding mengecam pernyataan politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang menyebut pemindahan ibu kota negara bisa mempercepat pengambilalihan kedaulatan RI oleh Tiongkok.

"Kita mengetahui memang pak Amien Rais selama ini senantiasa berbeda dengan pak Jokowi. Jadi apapun yang dilakukan pak Presiden Joko Widodo (Jokowi), tidak pernah didukung dan disetujui, bahkan Amien Rais cenderung berbeda," tegas mantan Wakil Ketua TKN Jokowi-Maruf Amin, Selasa (3/9/2019).

Anggota DPR RI ini juga tidak setuju, ketika Amien Rais menyatakan lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya pemindahaan Ibu Kota Negara dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur.

"Ini menunjukkan pernyataan ini disampaikan hanya karena tidak setuju. Karena tidak senang. Bukan pada faktor objektifnya," ujar Kading.

Dia menjelaskan pemindahan Ibu kota akan membawa dan membuka serta menumbuhkan ruang-ruang ekonomi baru ke Indonesia timur.

Pemindahan ibu kota pemerintahan juga akan membawa pembangunan dan pemerataan di segala bidang di seluruh Indonesia, khususnya Indonesia Timur.

"Dari yang disampaikan Presiden, tujuan yang paling utama pemindahan ibu kota ini ada pembangunan dan pemerataan terjadi di Indonesia. Indonesiasentris," jelasnya.

Jokowi menyebut ibu kota baru Indonesia berada di sebagian kabupaten Penajam Utara dan sebagian Kutai Kartanegara, di Kalimantan Timur (Kaltim).

Dia melihat lokasi dan posisi ibu Kota baru itu begitu strategis, yakni berada di tengah-tengah Indonesia.

Karena itu akan menjadi pusat-pusat baru pertumbuhan ekonomi, sosial, budaya. Khususnya di daerah timur Indonesia.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Sanusi
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas